Dua lagi tewas dalam kisruh Bahrain

Sumber gambar, ap
Setidaknya dua orang tewas dan 200 lainnya cedera akibat bentrok antara pengunjuk rasa anti pemerintah dan pasukan keamanan Bahrain.
Bentrokan itu terjadi setelah pemerintah Bahrain menyatakan negara dalam keadaan darurat dan meminta pasukan Arab Saudi untuk menjaga ketertiban.
Senin (14/3) sebanyak 1.000 pasukan Arab Saudi di bawah bendera Dewan kerjasama Teluk mendarat di Manama atas permintaan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa.
Akibatnya, ribuan rakyat Bahrain mendatangi kedutaan Arab Saudi untuk memprotes intervensi pasukan Arab Saudi itu.
"Rakyat marah. Kami ingin okupasi ini berakhir. Kami tak ingin siapapun membantu Al Khalifa atau kami," ujar Salman, seorang pengunjuk rasa.
Usai pengumuman keadaan darurat, para pengunjuk rasa mendirikan barikade dan bersiap menghadapi pasukan keamanan.
Tak lama bentrokan terjadi di beberapa kawasan termasuk di beberapa tempat yang didominasi warga Syiah.
Luka tembak

Di desa Sitra, 15km di sebelah selatan Manama, sejumlah saksi mata mengatakan polisi menggunakan senjata api dan menembaki warga.
Tim medis menyatakan akibat bentrokan ini 200 orang terluka serta dua orang -satu warga Bahrain dan satu warga Bangladesh- tewas.
"Warga datang ke rumah sakit dengan luka tembak dan cedera karena peluru karet. Kami juga merawat seorang laki-laki yang tengkoraknya retak akibat pukulan," kata seorang dokter kepada BBC.
Saksi mata lain bahkan menyatakan pasukan keamanan menahan enam ambulans dan menggunakannya untuk melawan pengunjuk rasa.
Sementara itu, televisi pemerintah Bahrain mengatakan satu orang polisi tewas dan membantah adanya korban tewas dari pasukan Arab Saudi.
Bentrok berdarah ini mengundang reaksi dunia internasional. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton meminta agar kedua pihak menahan diri.
"Penggunaan kekerasan justru akan mengakibatkan situasi bertambah buruk," kata Clinton kepada wartawan di Kairo, Mesir.
"Kami menyarankan kedua pihak untuk memulai negosiasi demi tercapainya solusi politik," tambah dia.
Clinton menambahkan dirinya sudah menghubungi Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al-Faisal untuk ikut mendukung digelarnya dialog.





























