Eks Presiden Haiti pulang kampung

Sumber gambar, 1
Setelah mengasingkan diri selama tujuh tahun di Afrika Selatan, mantan Presiden Haiti Jean-Bertrand Aristide segera kembali ke kampung halamannya.
Kabar kepulangan Aristide ke Haiti sudah ramai dibicarakan di negeri yang terletak di bagian barat Pulau Hispaniola tersebut.
Aristide dijadwalkan sudah tiba di ibukota Port-au-Prince, Jumat (18/3), dua hari sebelum pemilihan presiden di negeri yang tengah dilanda wabah kolera itu berakhir.
Namun, kembalinya Aristide dari pengasingan membuat pemerintah Amerika Serikat meradang. Paman Sam khawatir kembalinya Aristide, yang digulingkan tahun 2004 itu, akan mengganggu stabilitas politik Haiti.
Bahkan, beberapa pejabat AS mengatakan Presiden Barack Obama sampai menyempatkan diri menelepon Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma hanya untuk menyampaikan kekhawatirannya tentang pulang kampungnya Aristide.
"Pemerintah Amerika Serikat bersama dunia internasional, sangat khawatir kepulangan Aristide ke Haiti beebrapa hari sebelum pemilu berakhir bisa mengakibatkan gangguan stabilitas politik," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Tommy Vietor.
Seakan membantah kekhawatiran Amerika Serikat, Aristide yang masih memiliki banyak pendukung itu mengatakan dia tidak akan terjun lagi di dunia politik.
Pengacara sang mantan presiden mengatakan keinginan Aristide kembali secepat mungkin ke negeri asalnya karena dia khawatir pemenang pemilu nanti akan mencabut keputusan pemerintah sebelumnya yang telah mengizinkan dia pulang kampung.
Jean-Bertrand Aristide, seorang mantan imam Katholik, memenangi pemilihan presiden langsung pertama Haiti tahun 1991. Namun, tujuh bulan setelah kemenangannya Aristide digulingkan.
Aristide kembali terpilih pada tahun 2000, namun kondisi perekonomian yang memburuk serta munculnya pemberontakan membuat dia terpaksa meninggalkan Haiti ke pengasingannya.
Dalam pemilihan presiden kali ini, partai pendukung Aristide Fanmi Lavas tidak bisa mengikuti pemilu lebih karena adanya kesalahan teknis dalam pengisian formulir pendaftaran.
Seorang lagi mantan pemimpin Haiti, Jean-Claude "Baby Doc" Duvalier juga kembali ke negeri itu belum lama ini. Namun, dia langsung diajukan ke pengadilan dengan dakwaan melakukan kejahatan kemanusiaan selama berkuasa.





























