Sidang kabinet bahas radiasi Fukushima

Sayur-mayur yang dijual di Tokyo
Keterangan gambar, Larangan impor bahan segar dari Jepang meluas ke beberapa negara
Telah diterbitkan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat kabinet paripurna Kamis (24/03) di istana negara, antara lain membahas masalah kekhawatiran terkait dampak radiasi nuklir Fukushima, Jepang.

Meski radiasi diperkirakan tidak akan menjangkau Indonesia langsung melalui air atau udara, sejumlah masyarakat menurut Presiden Yudhoyono telah ditakut-takuti oleh berita dari pesan berantai telepon genggam tentang radiasi ini.

"Saya harap setelah sidang kabinet ini hasilnya dapat disebarkan pada masyarakat sehingga tidak perlu panik tapi mengerti dampaknya,"kata Presiden Yudhoyono sebelum memulai sidang, seperti dilaporkan wartawan BBC Andreas Nugroho di istana.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu Selasa lalu mengatakan, pengawasan dilakukan agar tidak ada produk makanan terkontaminasi radiasi masuk ke pasar Indonesia.

Mari mengatakan semua makanan impor termasuk dari Jepang harus memiliki sertifikat lolos uji analisisdari bahan kimia dan segala macam bahan yang diperiksa harus tertera dalam sertifikat tersebut.

Namun Mari memberi tekanan pada impor buah dan sayur segar dari Jepang serta meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ditjen Bea Cukai memperketat kontrol keluar-masuk komoditas ini dari Jepang ke Indonesia.

BPOM bersama Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) juga menyatakan akan meneliti produk makanan yang diimpor dari Jepang.

Larangan meluas

Indonesia bukan merupakan tujuan ekspor bahan segar Jepang, namun di kota besar seperti Jakarta, makanan Jepang telah menjadi tren gaya hidup kelas atas.

Dampak radiasi nuklir, mulai menjadi perhatian konsumen kalangan ini, kata seorang manajer pada sebuah restoran makanan Jepang yang beroperasi di sebuah pusat perbelanjaan besar ibukota.

Toyokazu Ikeda yang mengelola sebuah restoran Jepang mengatakan mengimpor sekitar 30 persen bahan makanan asli dari Jepang, termasuk daging dan ikan.

"Sekarang ada customer yang sering tanya soal bagaimana makanannya,"kata Toyokazu.

Namun stok bahan pangan impor menurutnya aman karena sudah didatangkan sebelum gempa.

"Tapi kalau kondisi ini berlanjut sampai 2-3 bulan lagi, kami tidak tahu. Mungkin harus mendatangkan dari tempat lain,"tambahnya.

Larangan impor bahan makanan dari Jepang meluas ke sejumlah negara, dan kini sudah diikuti Australia, Hongkong, Singapura, setelah dimulai oleh Amerika serikat Selasa (22/03) lalu.

Negara-negara tersebut umumnya melarang impor bahan makanan termasuk hasi ternak, sayur dan buah, daging dan hasil laut.

Larangan ini muncul akibat kekhawatiran bahan makanan asal Jepang terkontaminasi zar radiaktif berbahaya dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang menyebarkan radiasi akibat gempa dua pekan lalu.

Baik Australia maupun Singapura melarang produk pertanian dari wilayah sekitar Fukushima, Gunma, Ibaraki dan Tochigi.

Sementara badan pengawas makanan Australia, Food Standards Australia New Zealand, mengatakan mengambil langkah ini sebagai tindakan jaga-jaga yang konsisten dengan langkah yang diambil dunia internasional.

Sementara Hong Kong juga memasukkan larangan impor dari wilayah Chiba, ke dalam daftar prefekturnya.

Meski Jepang bukan produsen utama makanan, negara itu mampu mengekspor hasil laut, ternak, sayur dan buah-buahan ke pasar internasional.

Pasar utamanya adalah Hong Kong, AS dan Cina.