Kazakhstan: Nazarbayev akan terpilih lagi

Nazarbayev dan isterinya memberikan suara
Keterangan gambar, Nazarbayev dan isterinya memberikan suara
Telah diterbitkan

Jumlah pemilih yang memberikan suara cukup besar dalam pemilihan presiden Kazakhstan yang dilaksanakan mendadak oleh presiden yang berkuasa, Nursultan Nazarbayev.

Para pemerhati memperkirakan dia akan menang untuk memperpanjang masa jabatannya yang sudah berlangsung dua puluh tahun itu.

Partai-partai oposisi memboikot pemilihan ini dengan mengatakan mereka tidak memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan diri agar bisa melancarkan tantangan yang kuat.

Ada tiga calon penantang yang maju, semuanya politisi kelas ringan. Salah seorang bahkan mengaku bahwa dia sendiri memilih Nazarbayev.

Seorang wartawan BBC di Almaty, ibu kota Kazakhstan, mengatakan para pemilih tidak melihat alternatif bagi presiden yang berkuasa secara otoriter yang mereka puji mampu menjaga stabilitas dan kemakmuran Kazakhstan.

Hasil pemilihan presiden di negara kaya minyak ini diperkirakan akan diumumkan hari Senin (04/4).

Tekanan

Nazar Bayev, bos Partai Komunis yang berusia 70 tahun, memerintah Kazakhstan boleh dikatakan tanpa ada tantangan sejak tahun 1980 ketika negara itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Setelah 84% dari sembilan juta pemilih memberikan suara mereka, kelihatannya kekhawatiran mengenai jumlah pemilih rendah sudah tidak menjadi masalah lagi bagi Nazarbayev.

Para pegiat pemantau lokal melaporkan banyak kecurangan. Badan pemantau Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa, OSCE, mengeluhkan ketidaktransparanan dan tidak adanya persaingan dalam pilpres ini.

Banyak mahasiswa ditekan untuk memberikan suara dengan ancaman akan dipecat dari universitas.