Italia dan Perancis sepakat tangani imigran

Sumber gambar, afp
Perancis dan Italia mencapai kesepakatan dalam penanganan masuknya imigran asal Afrika ke daratan Eropa.
Kedua negara sepakat untuk menggelar patroli di laut dan udara untuk mencegah lebih banyak imigran asal Afrika Utara yang masuk ke wilayah dua negara tersebut.
Sebelumnya Italia dan perancis sempat bersitegang terkait penanganan imigran pasca terjadinya krisis politik pada sejumlah negara di Afrika Utara.
Pemerintah Italia sempat marah terhap perancis yang memberikan kebijakan pemberian visa jangka pendek kepada ribuan imigran asal Tunisia yang telah mencapai wilayah Italia.
Langkah ini dibalas Italia dengan menawarkan pemberian visa berjangka enam bulan kepada para imigran dan bisa digunakan untuk memasuki wilayah manapun di Eropa.
Batu loncatan
Kali ini Perancis yang keberatan dengan langkah itu dan memerintahkan penjaga perbatasannya untuk menghalau para imigran yang masuk menggunakan visa tersebut.
Namun perselisihan itu berakhir saat Menteri Dalam Negeri dari kedua negara bertemu pada hari Jumat (8/4) di Milan, Italia.
Menteri Dalam Negeri Perancis, Claude Gueant mengatakan dia sekarang telah melakukan "kesepakatan penuh" dengan rekanya dari Italia, Roberto Maroni.
Dia mengatakan kedua negara tidak berkewajiban untuk menjadi tempat akhir para imigran dan mereka juga sepakat untuk mendorong para imigran kembali secara sukarela ke Tunisia.
Italia sendiri baru saja memulangkan kelompok pertama yang terdiri dari 30 imigran asal Tunisia dari Pulau Lampedusa yang terletak di wilayah Mediterania.
Namun tak berapa lama sebuah laporan menyebutkan pada Jumat kemarin Pulau Lampedusa kembali didatangi kapal berisi ratusan imigran asal Tunisia.
Lampedusa yang terletak sekitar 120 kilometer dari Tunisia memang menjadi batu loncatan pertama bagi para imigran sebelum masuk ke wilayah Eroapa lain.





























