Thailand-Kamboja sepakati gencatan senjata

Sumber gambar, AFP
Thailand dan Kamboja mencapai kesepakatan gencatan senjata setelah terjadi bentrok senjata antara militer kedua negara di sepanjang daerah perbatasan yang dipertikaikan, demikian diumumkan pejabat kedua negara.
Kesepakatan itu dicapai setelah para pemimpin militer kedua negara mengadakan pembicaraan.
Lima belas orang, termasuk seorang warga sipil, tewas dalam pertempuran, terutama di daerah sekitar dua kuil kuno di tengah hutan yang diklaim oleh kedua negara.
Kedua belah pihak saling menuduh yang lain memulai aksi kekerasan, yang sudah menyebabkan ribuan warga desa mengungsi.
Kesepakatan itu dicapai setelah baku tembak memasuki hari ketujuh berturut-turut di daerah sekitar candi Ta Krabey dan Ta Moan yang menyebabkan seorang tentara Thailand meninggal.
Gencatan senjata ini pertama kali diumumkan oleh Kamboja dan kemudian dibenarkan oleh Thailand.
"Setelah militer kedua negara mengadakan diskusi pagi ini, ada kesepakatan gencatan senjata.... pos-pos pemeriksaan di perbatasan akan dibuka kembali dan warga desa akan mulai kembali pulang," kata juru bicara pemerintah Thailand Panitan Wattanayagorn.
Pertempuran pecah tanggal 22 April dan menyebar ke lokasi ketiga - dekat kuil puncak gunung Wihara Preah - pada hari Selasa.





























