Aksi demo Occupy Oakland bentrok dengan polisi

Aksi Occupy Oakland
Keterangan gambar, Aksi Occupy Oakland pada Oktober lalu juga bentrok dengan polisi.
Telah diterbitkan

Lebih dari 100 peserta demo Occupy Oakland, AS, ditahan polisi setempat karena memaksa masuk gedung Balai Kota setempat dan menduduki sebuah bangunan pusat pertemuan.

Polisi menyemprotkan gas air mata dan granat asap untuk membubarkan kerumunan ribuan orang yang membalas dengan lemparan batu, botol dan barang-barang lain.

Kota pelabuhan di engara bagian California ini menjadi lokasi bentrok serupa pada Oktober lalu. Sementara pada bulan Desember, peserta demo menduduki pelabuhan setempat.

Oakland merupakan satu dari sejumlah kota di AS yang menjadi lokasi protes massa akibat memburuknya situasi ekonomi serta jurang kesejahteraan antara kaya-miskin dan keserakahan korporasi.

Aksi kelompok Occupy mulai di AS dengan aksi Occupy Wall Street di kota New York tahun lalu dan sejak itu menyebar ke berbagai kota, bahkan penjuru dunia.

Kelompok lokal, Occupy Oakland, sebelumnya menyerukan agar para peserta aksi bergabung dengan demonstrasi akhir pekan dengan menyebut tanggal 28 Januari adalah "hari perpindahan", dimana mereka akan "menduduki sebuah gedung yang luas, lapang dan kosong untuk diubah menjadi pusat layanan sosial".

Aksi kemudian berjalan, diikuti oleh sekitar 2.000 orang seharian itu, pertama menduduki pusat pertemuan Henry Kaiser yang kosong, kata polisi.

Sejumlah peserta lalu mulai merubuhkan pagar pembatas dan "menghancurkan peralatan konstruksi", tulis kantor berita Associated Press mengutip pernyataan polisi setempat.

Karena peserta aksi mengacuhkan perintah polisi untuk meninggalkan lokasi demo, mereka lalu dibubarkan dengan gas air mata dan granat asap, tambah polisi. Sebagai balasannya para prajurit polisi lalu dilempari dengan dengan botol, batu, benda terbakar dan barang-barang lain.

Peserta aksi demo juga menerobos masuk ke dalam gedung Balai Kota City dan sebuah gedung YMCA di pusat kota Oakland, tambah policsi.

Salah satu posting dalam halaman Twitter kelompok Occupy oakland menyatakan: "Kami tidak masuk gedung, tapi kami berjuang seolah hidup kami bergantung pada hal itu."

Polisi Oakland menanggapi dalam sebuah pernyataan bahwa meski kota itu "Menyambut diselenggarakannya perkumpulan orang dan kemerdekaan berbicara... (namun) aksi kekerasan, perusakan properti dan pendudukan sepajang malam tidak akan kami toleransi".