India tangkap anggota AL Italia

Sumber gambar, Reuters
Kepolisian India menahan dua anggota angkatan laut Italia setelah melakukan penembakan terhadap dua nelayan dari atas kapal tanker minyak, MV Enrica Lexie yang sedang mereka jaga.
Laporan menyebutkan peristiwa itu terjadi di wilayah lepas pantai sebelah selatan negara bagian Kerala pada Rabu (15/03) lalu.
Pejabat Italia dalam penjelasannya mengatakan penembakan itu dilakukan karena kapal milik dua nelayan tersebut berlaku agresif dan mengabaikan tembakan peringatan yang dilepaskan oleh kedua anggota angkatan laut Italia itu.
Kedua anggota angkatan laut Italia, Latorre Massimiliano dan Salvatore Girone mengira kapal nelayan itu sebagai bajak laut namun pemerintah India mengatakan kedua nelayan yang tewas itu tidak bersenjata saat melakukan pelayaran di dekat kapal tangker minyak tersebut.
Akibat insiden tersebut kini hubungan diplomatik kedua negara itu memanas.
Kepolisian India bahkan kini memulai untuk menyelidiki kemungkinan pengenaan pasal pembunuhan atas kematian dua nelayan tersebut.
Insiden serius
"Kami telah membawa kedua tersangka ke daratan. Mereka akan dibawa ke kota Kollam oleh tim penyelidik dan akan diajukan ke pengadilan begitu menyelesaikan proses untuk formalitasnya," kata Inspektur Jenderal K Padmakumar yang bertugas di kepolisian Kerala.
Menteri Pertahanan India AK Antony menggambarkan pembunuhan itu sebagai sesuatu yang "sangat serius" dan "insiden yang disayangkan."
Kementerian Luar Negeri India juga telah memanggil Duta Besar Italia di New Delhi sehari setelah peristiwa penembakan itu terjadi.
Pemerintah Italia dalam pembelaannya mengatakan kedua anggota tentara angkatan laut mereka tidak bisa diproses dengan hukum India, namun pemerintah India memandang sebaliknya.
Kapal MV Enrica Lexie saat peritiwa itu terjadi sedang berlabuh di pelabuhan Kochi, Kerala dan tengah melakukan perjalanan dari Singapura ke Mesir dengan membawa 34 awak, 19 orang diantaranya dari India.
Sementara dua nelayan yang tewas saat kejadian tengah mengemudikan kapal yang juga membawa 11 nelayan. Polisi mengatakan kesebelas nelayan lainnya saat peristiwa terjadi sedang tertidur.
Sesaat setelah peristiwa penembakan, dua kapal patroli dan pesawat terbang milik India langsung dikirim untuk mengejar dan mencegat kapal asal Italia tersebut agar tidak melarikan diri.





























