Baku tembak di Bandara Meksiko, tiga polisi tewas

Sumber gambar, Reuters
Sejumlah tersangka penyelundup obat-obat terlarang melepaskan tembakan ke arah pusat jajan yang padat pengunjung di bandara internasional Meksiko City, Meksiko, Senin (25/6) siang waktu setempat.
Baku tembak ini membuat pengunjung tempat itu panik dan mencari perlindungan serta menewaskan tiga orang anggota polisi federal anti narkotika yang tengah menjalankan tugas mereka.
"Kami menggunakan rekaman video pemantau untuk melakukan identifikasi dan mencari dua tersangka yang diduga menembak para petugas polisi," kata juru bicara Departemen Keselamatan Publik Federal, Jose Ramon Salinas.
Para polisi yang tewas, lanjut Salinas, berada di bandara untuk menahan tersangka pelaku penyelundupan narkotika di terminal dua.
"Saat mengetahui mereka telah dikepung polisi federal, para tersangka langsung melepaskan tembakan ke arah petugas," papar Salinas.
Akibat baku tembak ini, dua petugas polisi tewas di lokasi kejadian dan satu orang meninggal dunia di rumah sakit.
Sejauh ini polisi belum menahan satupun tersangka penembakan yang terjadi di dekat terminal terbaru bandara, dekat dengan lokasi penurunan penumpang namun jauh dari jangkauan pos keamanan tempat seluruh pengunjung bandara diperiksa.
Seragam polisi
Seorang saksi mata mengatakan para penembak menggunakan seragam polisi dalam baku tembak itu. Para pelaku kriminal Meksiko kerap menggunakan seragam polisi palsu untuk menyamar.
Seorang saksi lainnya Israel Lopez, 23, yang berada di bandara untuk menjemput temannya mengatakan dia mendengar tiga tembakan dilepaskan.
Mahasiswa ini tidak melihat arah tembakan itu namun dia mengetahui baku tembak itu semakin dekat dengan posisinya.
"Kami berada di pusat jajan dan beberapa orang polisi datang. Lalu mereka menembaki polisi lainnya," kata Lopez.
"Kami langsung tiarap dan menutupi tubuh kami dengan kursi," tambah dia.
Lopez menambahkan para penembak yang mengenakan seragam polisi bandara itu kemudian lari menuju area parkir dan menghilang.
Saksi lain Guadalupe Perez, 27, yang datang ke bandara untuk sebuah wawancara kerja melihat salah satu polisi yang tewas tertembak.
"Saya sangat ketakutan melihat kejadian seperti itu," kata perempuan itu.
Sementara itu, pengelola bandara mengatakan meski terjadi insiden berdarah operasional bandara tetap berlangsung normal. Sedangkan pusat jajan sempat ditutup beberapa jam.
Lokasi penyelundupan

Sumber gambar, Reuters
Aparat keamanan mengatakan sudah lama bandara Meksiko City digunakan untuk menyelundupkan narkotika, uang dan imigran ilegal.
Pada 2011 lalu, polisi federal menyita 90kg kokain dan pada 2012 sejauh ini sebanyak 200kg berhasil disita. Meski demikian kekerasan terkait penyelundupan narkotika jarang terjadi di area bandara.
Tetapi penembakan dan pembunuhan terhadap aparat keamanan Meksiko terkait bisnis narkotika kerap terjadi.
Pada 2007, seorang pejabat tinggi intelijen Jose Nemesio Lugo yang tengah menyelidiki penyelundupan narkotika dan imigran tewas ditembak saat berangkat ke tempat kerjanya.
Sebelumnya Lugo pernah menjabat direktur bandara, pelabuhan dan lintas perbatasan Departemen Keselamatan Publik Meksiko.
Di tahun yang sama, kepala tiga pekerja sebuah perusahaan jasa pengurusan bea cukai ditemukan termutilasi di dekan bandara dan di dekat Negara Bagian Mexico. Pemutilasian ini terkait penangkapan setengah ton narkotika Kolombia di bandara.
Dan pada 2008, kepala kepolisian federal Edgar Milan ditembak di kediamannya di Meksiko City dan salah satu tersangka pernah bekerja sebagai anggota polisi anti narkoba di bandara Meksiko City.





























