Kuwait tawarkan 'kewarganegaraan Komoro' kepada Bidun

Sumber gambar, Getty Images
Puluhan ribu orang tanpa kewarganegaraan yang tinggal di Kuwait, atau dikenal dengan nama Bidun, direncanakan akan ditawari kewarganegaraan Komoro, kata pejabat Kuwait.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Mazen al-Jarrah mengatakan kepada surat khabar Kuwait bahwa orang-orang tanpa kewargangeraan itu akan ditawari kesempatan untuk melamar mendapatkan kewarganegaraan khusus dari Komoro, sebuah negara kepulauan di lepas pantai Afrika timur.
Ia menambahkan mereka yang bersedia menerima tawaran akan berhak mendapatkan izin tinggal di Kuwat dan juga berhak mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan gratis.
Menurut Mazen al-Jarrah, proses pengajuan kewarganegaraan akan dimulai begitu kedutaan Komoro dibuka di <link type="page"><caption> Kuwait</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/search/?q=kuwait" platform="highweb"/></link> dalam waktu beberapa bulan mendatang.
Lebih dari 100.000 Bidun mengaku sebagai warga negara Kuwait tetapi pemerintah menganggap mereka sebagai pendatang gelap.
Pemerintah Kuwait mengatakan hanya 34.000 orang Bidun memenuhi syarat melamar kewarganegaraan.
Sisanya dianggap sebagai warga asli negara-negara lain yang berpindah ke Kuwait setelah ditemukan minyak lima dekade lalu. Sebagian dari mereka juga digolongkan sebagai keturunan imigran.
Sejauh ini pemerintah Komoro belum memberikan tanggapan atas laporan mengenai rencana pemerintah Kuwait itu.





























