Penutupan kantor Save The Children ditunda Pakistan

Kantor Save The Children
Keterangan gambar, Pakistan menuduh Save The Children terlibat dalam 'kegiatan antinegara'.
Telah diterbitkan

Kementrian Dalam Negeri Pakistan sudah menunda penutupan kantor lembaga amal Save The Children di negara itu, namun tanpa mengungkapkan alasannya.

Keputusan ini diumumkan Minggu 14 Juni, atau hanya beberapa hari setelah <link type="page"><caption> kantor cabang Save The Children di ibukota Islamabad sempat ditutup oleh polisi. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150612_dunia_pakistan_save" platform="highweb"/></link>

Pakistan menuduh lembaga amal ini terlibat dalam 'kegiatan antinegara' dan juga mengkaitkan Save The Children dengan program vaksinasi yang menjadi kedok Amerika Serikat dalam memburu Osama bin Laden.

Namun Save The Children berulang kami membantah keterkaitannya dengan CIA atau Shakil Afridi, dokter yang melaksanakan program vaksinasi yang kemudian berhasil melacak tempat Osama bin Laden bersembunyi di Abbottabad.

Seorang juru bicara Save The Children mengatakan kepada BBC bahwa mereka menyambut baik keputusan pemerintah terbaru ini.

Sekitar 1.200 warga Pakistan bekerja untuk cabang Save The Children di sana dan tidak ada satupun warga asing lagi yang bekerja di cabang itu sejak 18 bulan lalu.

Tak lama setelah penutupan kantor cabang pada Kamis 11 Juni lalu, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudry Nisar Ali Khan, mengatakan ada organisasi nonpemerintah atau NGO yang beroperasi di luar kegiatan yang seharusnya dengan mendapat dukungan dari Amerika Serikat, Israel, dan India.

Dia menambahkan NGO yang mendapat bantuan asing untuk mewujudkan agenda asing di Pakistan seharusnya 'menjadi takut'.

Save The Children pada saat penutupan kantor cabangnya menyampaikan 'keberatan keras'.