Inggris akan meninjau penyaluran bantuan asing

foreign aid
Keterangan gambar, Peninjauan akan diselenggarakan lantaran penyaluran yang dianggap tidak tepat sasaran.
Telah diterbitkan

Kementrian Luar Negeri Inggris mengajukan peninjauan terhadap efektivitas penggunaan dana bantuan luar negerinya.

Hal ini dilakukan sesudah sebuah laporan di harian The Sun yang menyebutkan dana dari Kementrian Luar Negeri dipakai untuk membuat acara TV di Etiopia dan mencari pasangan betina bagi spesies ikan di Madagaskar.

Kementrian Luar Negeri menyatakan sebagian besar dana bantuan dipakai untuk mempromosikan kemakmuran dan stabilitas tapi upaya peninjauan akan menjamin setiap sen uang akan digunakan "dengan tepat sasaran".

Total bantuan luar negeri Inggris tahun lalu sebesar £12 miliar (Rp251 triliun).

Sekitar 87% dana itu dikelola oleh Departemen Pembangunan Internasional (DFID) dan sisanya oleh berbagai departemen lain termasuk Kementrian Luar Negeri.

Menurut pemerintah Inggris, dana ini digunakan untuk membantu sekitar 1,4 miliar orang yang hidup dalam kemiskinan di dunia.

Sebuah daftar yang dikeluarkan oleh Kementrian Luar Negeri menyebut hampir sekitar £14.000u (Rp293 juta) dana bantuan asing dipakai untuk memproduksi acara TV di Etiopia yang bertujuan mengajarkan orang muda mengenai nilai-nilai ke-Inggris-an.

Sementara proyek untuk mengukur jejak karbon dari reli Dakar menghabiskan biaya £13.000.

Pemeriksaan tidak seksama

ikan chicild
Keterangan gambar, Ikan cichild Madagaskar ini dicarikan pasangan betinanya dengan menggunakan uang bantuan luar negeri Inggris.

Menurut harian The Sun, hampir £7.000 (Rp146 juta) dipakai untuk kampanye membuang sampah di Yordania sementara kampanye mempromosikan penggunaan Facebook yang "aman dan bertanggungjawab" di Laos menghabiskan biaya £970 (Rp20 juta).

Sebuah proyek untuk menemukan pasangan betina seekor ikan cichild di Madagaskar menghabiskan biaya £3.400 sementara £5.000 diduga diapakai untuk sebuah workshop tentang Shakespeare di Ekuador.

Koresponden politik BBC, Chris Mason, mengutip sumber yang dekat dengan Menteri Luar Negeri, Philip Hammond, yang mengatakan kepadanya bahwa "jelas ada ketidaktelitian pemeriksaan terhadap pengeluaran ini."

Menanggapi soal pengeluaran untuk mencari ikan betina Madagaskar, juru bicara Kementrian Luar Negeri menyatakan "Menteri Luar Negeri telah memerintahkan peninjauan agar kita bisa yakin setiap sen uang yang keluar efektif dan mencerminkan nilai uang tersebut."

"Membangun hubungan erat dengan perekonomian yang sedang tumbuh tetap penting," katanya lagi.

Pada bulan Maret lalu, sebuah undang-undang dibuat untuk mengesahkan agar 0,7% pendapatan nasional Inggris akan dipakai untuk pembangunan internasional.