Obama: 'Assad harus pergi' untuk mengalahkan ISIS

Sumber gambar, AFP
Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa mengalahkan kelompok ISIS hanya mungkin jika Presiden Bashar al-Assad mundur, dan upaya penumpasan kelompok tersebut butuh waktu.
Obama berjanji untuk menggunakan semua kekuatan militer - militer, intel, dan ekonomi - untuk mengalahkan ISIS, tapi nyatanya kelompok tersebut terus berkembang.
Obama menyampaikan hal tersebut di New York dalam pertemuan tingkat tinggi tentang penanganan ISIS.
Sebelumnya, Amerika Serikat menyatakan akan menerapkan sanksi terhadap tokoh-tokoh ISIS.
Obama mengatakan bahwa ISIS berakar di Suriah dan Irak. Upaya mengalahkan kelompok tersebut membutuhkan "pemimpin (Suriah) baru dan pemerintahan yang inklusif dan menyatukan warga Suriah dalam perjuangan melawan kelompok teroris."
"Ini bukan perang konvensional. Ini adalah kampanye jangka panjang, bukan hanya terhadap jaringannya, tapi melawan ideologinya," dia menambahkan.

Sumber gambar, AP
Perdana Menteri Inggris David Cameron juga mengatakan bahwa Inggris akan "menerustkan upaya transisi di Suriah... yang sangat kita butuhkan."
Pada televisi CBS dia juga mengatakan bahwa menumpas ISIS artinya menyingkirkan Presiden Assad: "Intinya Assad adalah salah satu perekrut ISIS. Apa yang ia lakukan pada warganya menjadi alasan orang-orang bergabung dan berjuang bersama ISIS."
Sebelumnya, pada Selasa, Amerika Serikat sudah mengumumkan sanksi keuangan atas 35 anggota penting kelompok militan Negara Islam atau ISIS dan kelompok terkait untuk mecegah mereka menggunakan sistem keuangan internasional.
Individu yang disasar berasal dari berbagai kewarganegaraan. Menurut wartawan BBC Barbara Plett Usher di New York, langkah ini dilihat sebagai upaya global untuk menangani ancaman ISIS.
Pejuang asing
Laporan dari Kongres AS yang dirilis pada Selasa menyatakan bahwa ada lebih dari 25 ribu milisi asing, termasuk 4500 warga Barat, yang bergabung di ISIS dan kelompok militan lainnya di Suriah dan Irak.
Kebanyakan dari mereka berasal dari Tunisia, Saudi Arabia, dan berbagai negara Arab lainnya, tapi ada warga Eropa juga - dan lebih dari 250 warga negara Amerika.

Sumber gambar, Reuters
Laporan menyatakan ada puluhan orang yang sudah kembali ke Amerika Serikat.
Rusia, presiden Dewan Keamanan PBB untuk bulan ini, akan memimpin pertemuan sendiri pada Rabu untuk melawan ekstremisme.
Pada Selasa, Rusia mengkritik pertemuan tingkat tinggi AS di PBB tentang melawan terorisme. Mereka menyebut pertemuan tersebut tak terhormat.





























