Menyusul bom paket, Cina kembali diguncang bom

bom cina
Keterangan gambar, Ini ledakan kedua di Guangxi dalam dua hari
Telah diterbitkan

Pemerintah Cina melakukan investigasi pada ledakan terbaru di provinsi Guangxi, sehari setelah rangkaian bom dalam bingkisan (parsel) menewaskan tujuh korban.

Ledakan itu terjadi di sebuah blok apartemen pada pukul delapan waktu setempat (06:00 WIB) di daerah Liucheng, tulis media pemerintah.

Penyebabnya belum jelas, dan belum ada laporan tentang korban jiwa.

Tak jelas apakah kedua ledakan itu terkait satu sama lain
Keterangan gambar, Tak jelas apakah kedua ledakan itu terkait satu sama lain
Bangunan porak poranda, puing-puignya memenuhijalanan
Keterangan gambar, Bangunan porak poranda, puing-puignya memenuhijalanan

<link type="page"><caption> Sebelumnya, tujuh belas ledakan mengguncang Liucheng pada hari Rabu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150930_dunia_cina_bom" platform="highweb"/></link>. Polisi telah menangkap tersangka yang mereka yakini telah mengirim bom-bom tersebut lewat pos.

Belum jelas apakah ledakan di hari Kamis berkaitan dengan sejumlah ledakan di hari Rabu.

Ledakan di hari Kamis terjadi pada gedung bertingkat enam di pemukiman warga. Agen berita Xinhua melaporkan, ledakan begitu kuat sehingga mengakibatkan puing-puing berjatuhan ke jalan di seberang gedung.

Polisi menyerukan warga untuk berhati-hati bila menerima bingkisan dari orang asing atau paket yang “dikirim lewat saluran yang tidak biasa”.

Sebuah kendaraan yang hancur oleh ledakan
Keterangan gambar, Sebuah kendaraan yang hancur oleh ledakan
Sebuah mobil yang terbalik oleh kuatnya ledakan
Keterangan gambar, Sebuah mobil yang terbalik oleh kuatnya ledakan

Kantor pos setempat telah menghentikan seluruh pengiriman sampai hari Sabtu.

Bom parsel pada hari Rabu menyasar penjara, stasiun kereta api, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan, serta lokasi lainnya.

Media pemerintah mengabarkan, selain tujuh orang yang meninggal dua orang dinyatakan hilang dan 51 orang luka-luka akibat ledakan yang terjadi pada siang hari itu.

Polisi telah menahan seorang warga Liucheng berusia 33 tahun, dikenali hanya dengan nama keluarga Wei, sebagai tersangka serangan itu.