Atlet Cina salahkan daging babi

Judoka Cina juara Olimpiade Tong Wen
Keterangan gambar, Tong Wen adalah salah seorang judoka berprestasi Cina
Telah diterbitkan

Judoka Cina juara Olimpiade Tong Wen mempersalahkan daging babi setelah dia dinyatakan positif zat terlarang Clenbuterol.

Tong, peraih medali untuk kelas 78kg di Beijing, dilarang bertanding selama dua tahun dan gelar juara dunia tahun 2009 dicopot.

Namun, pelatih Tong, Wu Weifeng yakin masalah keamanan pangan Cin penyebab Tong positif dalam uji doping.

"Dia berlatih di Europa dan bosan dengan makanan [di sana], lalu dia beria dia banyak potongan daging babi ketika pulang,'' kata Wu.

Clenbuterol digunakan untuk mencegah hewan seperti babi menjadi gemuk, tapi zat terlarang digunakan oleh atlet untuk membentuk otot.

Hasil uji positif Tong merupaka hasil serupa pertama oleh juara Olimpiade dari Cina. Namun, perenang gaya punggung Cina, Ouyang Kunpeng juga mempersalahkan daging babi ketika dia tidak lolos tes Clenbuterol menjelang Olimpiade Beijing.

Dia dilarang mengikuti lomba renang seumur hidup, meski dia menyatakan dia menyantap terlalu banyak babi panggang ketika mengadakan pesta dengan kawan-kawannya menjelang tes.

Tong, 27 tahun, adalah judoka Cina paling berhasil dengan menyabet tiga gelar juara dunia di kelasnya antara 2005 dan 2009.

Otorita olahraga Cina memperingatkan dia bisa terkena tindakan disipliner, termasuk larangan bertanding empat tahu yang bisa membuyarkan harapannya untuk merebut medali emas di Olimpiade London 2012.

Tong bukan atlet pertama yang mengajukan alasan tidak lumrah setelah tidak lolos tes obat terlarang.

Pada tahun 1998, mantan peraih media perunggu Olimpiade Dennis Mitchell dikenai larangan berlomba selama dua tahun oleh federasi atletik internasional, IAAF setelah tes menunjukkan kadar testosterone yang tinggi dalam tubuhnya.

Mitchell semula lolos dari larangan yang dikeluarkan oleh USA Track and Field, setelah mengaku bahwa kadar zat tersebut menjadi tinggi dalam tubuhnya akibat berhubungan seks sedikitnya empat kali pada malam sebelumnya dan minum lima botol bir.

Namun, IAAF tidak menerima alasan tersebut dan membatalkan keputusan yang menyatakan Mitchell bersih.

Cyclist Floyd Landis, yang gelar juara Tour de France 2006-nya dicopot setelah positif kelebihan testosterone mempersalahkan hasil tersebut pada wiski yang dia minum malam menjelang tes.