Tanding Korut vs Brazil terlambat tayang

Permainan gemilang Korea Utara menghadapi Brazil dalam Piala Dunia di Afrika Selatan baru bisa ditonton di Korea Utara sendiri 18 jam setelah pertandingan dimulai.
Tangis penyerang kelahiran Jepang Jong Tae-Se ketika lagu kebangsaan Korea Utara dikumandangkan sudah terlihat di seluruh dunia tetapi malah terlambat ditonton di Korea Utara.
"Mereka tidak siarkan langsung karena di sini jam setengah empat pagi, nanti siaran tunda jam sembilan tiga puluh malam baru dia akan siarkan," kata Riza Hera Wardhana dari KBRI Pyongyang.
Riza yang dihubungi BBC Rabu petang waktu setempat mengatakan sebagian besar rakyat Korea Utara sampai saat itu belum mengetahui bahwa Korea Utara kalah 1-2 dari Brazil.
"Berita di sini memang hari ini keluar, itu berita dua hari sebelumnya," kata Riza.
Walaupun kalah, permainan gigih Korea Utara mendapat pujian dari penggemar sepakbola di seluruh dunia yang suka melihat tim underdog berjuang mengimbangi Brazil yang merupakan juara dunia lima kali.
Korea Utara menahan imbang Brazil sampai turun minum dan bahkan memperkecil kekalahan pada menit ke 89 lewat tendangan kaki kiri Ji Yun-Nam.
Namun jalannya Piala Dunia menurut Riza menjadi perhatian besar bagi masyarakat Korea Utara, yang timnya tampil untuk pertama kali sejak tahun 1966.
Dia mengatakan dari percakapannya dengan warga Korea Utara terlihat bahwa mereka mengikuti Piala Dunia dengan entusias.
Siaran tunda
Riza mengatakan warga mengikuti jalannya pertandingan melalui siaran tunda dari televisi pemerintah setiap malam.
Menurut Riza pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il mempunyai perhatian besar kepada olahraga yang di negara itu merupakan sumber kebanggaan.
Dia mencontohkan bahwa seusai Olimpiade Beijing 2008, seorang peraih medali emas Korea Utara dielu-elukan dari bandara sampai jalan-jalan kota Pyongyang.
Riza mengatakan tim sepakbola wanita Korea Utara sejak lama terkenal tangguh dan sekarang diikuti oleh tim nasional putra.





























