Pejabat Deplu AS urusan Jepang dipecat

Kepala urusan Jepang di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat diganti karena mengeluarkan komentar yang tidak pantas mengenai rakyat yang tinggal di pulau Okinawa.
Media Jepang melaporkan diplomat bernama Kevin Maher tersebut dikutip mengatakan penduduk Okinawa pemalas dan menggunakan pulau itu menjadi pangkalan militer Amerika untuk memeras keuntungan.
Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan pernyataan pejabatnya itu sangat disesalkan dan tidak mencerminkan kebijakan pemerintah Amerika.
Lebih dari 30 pangkalan Amerika di Okinawa menggunakan persekutuan pasukan Jepang-Amerika Serikat.
Maher diganti oleh Rust Deming, wakil dutabesar di Tokyo.
Kedutaan besar Amerika di Tokyo mengatakan wakil menteri luar negeri Amerika Kurt Campbell yang sedang berkunjung ke Jepang menyatakan penyesalan yang sangat mendalam atas komentar yang disampaikan bulan Desember lalu.
Campbell mengatakan Amerika Serikat "sangat menghormati rakyat Okinawa".
Ancaman pangkalan
Wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk mengatakan pangkalan-pangkalan militer di Okinawa sudah lama menjadi sumber ketegangan antara Jepang dan Amerika Serikat.
Masyarakat setempat sudah lama berkampanye agar beban mereka dikurangi, dan koresponden BBC mengatakan banyak pihak yang marah ketika membaca laporan bahwa Maher menyebut penduduk pulau itu pemalas dan ahli manipulasi dan pemerasan.
Menteri pertahanan Jepang Toshimi Kitazawa mengatakan pernyataan itu - yang disampaikan dalam sebuah kuliah di depan mahasiswa Amerika - menghina rakyat Okinawa.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa komentar Maher tersebut bisa memicu kembali perlawanan terhadap kesepakatan Amerika-Jepang yang dicapai tahun 2006 lalu yaitu memindahkan pangkalan udara marinir AS di Futenma ke daerah yang tidak terlalu padat penduduknya di Okinawa.
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan yang saat ini berjuang mempertahankan pemerintahannya, sudah berjanji melaksanakan kesepakatan itu.
Tetapi penduduk setempat dan para pegiat lingkungan mengatakan pangkalan itu harus dipindahkan dari Okinawa, tempat 74 persen dari seluruh pangkalan Amerika di Jepang.
Perdana menteri sebelumnya, Yukio Hatoyama terpaksa mundur karena tidak berhasil memenuhi janji memindahkan pangkalan-pangkalan itu dari pulau Okinawa.





























