Kerajaan tidak suka paparazzi

Sumber gambar, getty images
Keluarga Kate Middleton mengeluhkan pelecehan yang dilakukan para juru foto. Hubungan keluarga kerajaan dan para fotografer seringkali memang tidak baik.
"Apa yang sedang Anda kerjakan?" tanya Pangeran Philip. "Saya tahu cara kerja Anda. Saya lihat Anda memanjat pohon. Anda selalu ada di pohon dan semak-semak."
Hal ini terjadi di Skotlandia tahun 1960-an. Pangeran menegur fotografer Ray Bellisario penulis buku Menginjak Jari Kaki Kerajaan. Pada saat yang sama, suami Ratu ini menuduh salah satu rekan Bellisario memotret bagian dalam telinga Putri Anne dengan menggunakan kamera lensa panjang.
Kerajaan dan fotografer adalah "sahabat" yang tidak pernah akan berpisah. Keluarga kerajaan tidak menginginkan benar-benar tidak diperhatikan media, sementara fotografer lepasan berharap dapat membayar cicilan rumah dengan menjual foto pangeran mencium seseorang di pantai yang sepi.
Mangsa baru
Kerajaan mengatasi hubungan ini dengan melakukan pengawasan. Juru foto, awak film dan reporter dijaga agar tidak terlalu dekat sementara tetap bisa meliput kegiatan resmi keluarga kerajaan. Tetapi kehidupan pribadi mereka sama sekali tidak boleh diliput.
Hubungan ini cenderung berubah begitu muncul anggota baru dalam kerajaan. Kate Middleton menghadapi berbagai tantangan saat memasuki dunia Pangeran William. Enam tahun lalu, pengacaranya meminta editor suratkabar untuk tidak meliputnya. Mereka mengatakan Kate diburu para jurufoto setiap hari.
Dia dipotret di dalam bus, saat berbelanja dan pergi bekerja dengan kopi ditangan. Gambar tersebut mendorong munculnya kecaman resmi satu-satunya dari Kate kepada Dewan Pengaduan Pers. Koran yang menerbitkan foto tersebut, the Mirror, meminta maaf dengan mengatakan "Kami bersalah dan kami sangat menyesal."

























