Ilmuwan Inggris 'bikin pesan' buat makhluk luar bumi

Radio teleskop
Keterangan gambar, Radio teleskop yang mencoba menangkap suara 'makhluk cerdas' dari angkasa luar.
Telah diterbitkan

Jaringan peneliti se-Inggris Raya memutuskan untuk membuat sebuah pesan pada makhluk asing, tetapi mereka terpecah soal apakah pesan itu harus dikirim ke luar angkasa.

Kelompok ini akan ikut serta dalam kontes <link type="page"><caption> Breakthrough Message</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150720_majalah_hawking_angkasaluar" platform="highweb"/></link> yang menawarkan hadiah US$1 juta untuk membuat pesan digital yang bisa mewakili peradaban manusia.

Hadiah ini mengiringi upaya baru untuk mempercepat pencarian makhluk asing pintar (SETI).

Para ahli telah lama berdebat mengenai perlunya hal itu.

Mencari makhluk asing bisa saja, tapi mencoba menghubungi mereka menimbulkan kekhawatiran seandainya mereka ada dan kemudian dua peradaban bertemu.

Inilah yang menjadi perdebatan dalam konferensi UK Seti Research Network atau UKSRN di Leeds, Inggris, tempat 20 orang anggotanya terpecah dua dalam pemungutan suara informal.

Benturan peradaban

Dr. Anders Sandberg asal Universitas Oxford beserta koleganya membentuk kelompok kerja mengenai bagaimana pesan itu seharusnya dibuat dan apa isinya.

Program Breakthrough Message didirikan oleh ilmuwan-milyarder Yuri Milner dan kompetisinya terbuka bagi siapa saja.

"Ada kemungkinan kami akan dikalahkan oleh seorang anak sekolah yang entah berasal dari mana," kata Dr. Sandberg.

Stephen Hawking
Keterangan gambar, Stephen Hawking ikut serta mempromosikan Breakthrough Initiative yang diluncurkan Juli tahun ini.

Jika usulan tim Inggris Raya ini berhasil Dr. Sandberg menyatakan mereka akan menyumbangkan uangnya ke riset SETI, yang tak punya dana dan kredibilitas di Inggris.

Dr. Jill Stuart, ahli hukum dan kebijakan angkasa dari London School of Economics -bukan anggota UKSRN- menyambut prakarsa kelompok ini.

Ia menyatakan dukungan agar manusia menyatakan keberadaannya di alam semesta ini.

Namun banyak tanggapan yang lebih khawatir karena berbagai alasan. Yang paling naif adalah apabila makhluk luar angkasa akan datang karena pesan itu lantas memakan manusia.

"Kemungkinan itu kecil terjadi," kata Dr. Sandberg, "tapi versi yang lebih canggih yang bisa kita lihat jika peradaban yang maju berjumpa dengan peradaban yang kurang maju," katanya.