Virus corona: 23 orang tinggal bersama dalam satu rumah, 'tak mungkin jaga jarak di sini'

Keterangan video, Wabah corona dan dilema warga permukiman padat: 'Tak mungkin social distancing di sini'
Telah diterbitkan

Di tengah anjuran pemerintah untuk melakukan jaga jarak sosial demi membendung penyebaran virus corona, warga di wilayah Tambora, Jakarta Barat menyebut hal itu nyaris tidak mungkin dilakukan.

Pasalnya, Tambora adalah kawasan padat pendudu, bahkan yang tercatat sebagai salah satu wilayah terpadat se-Asia Tenggara. Menurut data kependudukan tahun 2018, Kecamatan Tambora dihuni oleh sekitar 250.000 jiwa di atas lahan seluas 542,09 hektare.

Di kawasan ini, satu rumah bisa dihuni beberapa keluarga yang bahkan terdiri lebih dari 20 orang.

Simak juga:

Wati, salah satu warga Tambora, menyebut dia tinggal di rumah seukuran lapangan bulu tangkis, dengan 22 orang lainnya.

"Ada enam keluarga tinggal di sini, total 23 orang dalam satu rumah," ujarnya.

Dia kesulitan menjaga jarak dengan penghuni rumah lainnya begitu pun para tetangga. Ruang di dalam rumah yang begitu sempit memaksa mereka untuk keluar rumah pada siang hari.

Akhirnya, warga menghabiskan waktu di luar rumah dan berinteraksi seperti biasa sebelum Covid-19 mewabah.

Mereka melakukan pencegahan dengan memakai masker dan mencuci tangan, juga menerapkan karantina wilayah mandiri dengan menutup akses masuk ke kawasan Karantina wilayah diperkirakan sampai tiga bulan lagitersebut.

Video produksi: Silvano Hajid dan Haryo Wirawan

virus corona

TIPS TERLINDUNG DARI COVID-19: Dari cuci tangan sampai jaga jarak

virus corona