Tradisi di tengah wabah Covid-19: Perang meriam karbit Aceh, ritual harus tetap dilestarikan meski terjadi wabah'

Keterangan video, Tradisi 'perang meriam karbit' di Aceh, Panitia: 'Kami tidak menghiraukan Covid-19'
Telah diterbitkan

Di Aceh, malam pertama Idul Fitri dirayakan dengan tradisi turun temurun yang dikenal dengan nama 'perang meriam karbit'.

Tradisi tersebut diklaim sudah berlangsung sejak zaman Kesultanan Aceh, dan digelar untuk menandai kemenangan saat perang.

Kini, tradisi tersebut juga kerap digelar untuk menandai hari-hari besar umat Islam.

Di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda, tradisi ini pun tetap digelar, kendati tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Simak juga:

Dari 20 desa yang biasanya ikut berpartisipasi, tahun ini hanya dua desa yang menyelenggarakan tradisi tersebut di Kabupaten Pidie.

Panitia acara menyebut, tradisi harus tetap dilestarikan meski di tengah pandemi.

"Kalau tradisi hilang, tidak dapat kita ulangi lagi, tapi kalau (manusia) meninggal, kita tahu di mana pusaranya," ujar Ismail, salah satu panitia kegiatan tersebut.

Namun, budayawan Aceh, Tarmizi A. Hamid, berpendapat, jika pelestarian budaya dilakukan dengan cara melanggar aturan, apalagi sampai membahayakan keselamatan dan kesehatan banyak orang, nilai budaya dan adat itu tidak akan berarti lagi. "Tradisi ini seharusnya bisa ditunda," katanya.

Video produksi:Dwiki Marta dibantu oleh Hidayatullah dari Aceh.