Covid-19 di Irak: 'Dulu kami melawan ISIS, kini musuh kami virus'
Pandemi Covid-19 mengubah kehidupan warga Irak, dari petugas kesehatan yang berduka karena menulari keluarganya dengan virus corona, hingga anggota milisi yang berganti haluan menjadi penggali kubur.
"Saya menulari ibu saya, ayah saya, kakak dan adik saya," kata si petugas kesehatan. "Saya membunuh mereka."
"Saya membunuh ibu dengan tangan saya sendiri. Semua itu karena saya bekerja di rumah sakit," tambahnya.
Simak juga:
Di sisi lain, sumber daya manusia yang terbatas membuat keluarga harus ikut berpartisipasi merawat pasien Covid-19 di ruang perawatan intensif atau ICU.
Tidak hanya itu, banyak yang terpaksa alih profesi, dari seorang sopir taksi yang menjadi sopir mobil jenazah, hingga pasukan milisi Irak yang kini berganti haluan. Mereka menukar senjata dengan masker dan disinfektan, serta bertugas sebagai penggali kubur bagi ribuan jenazah pasien Covid-19.
"Mereka adalah saudara kami, keluarga kami. Maka ini sudah menjadi tugas kami. Seperti dulu saat kami melawan ISIS, kini musuh kami virus," ujar salah satu anggota milisi Irak.
