Mosaik agama asli Indonesia

Telah diterbitkan

Kumpulan foto seputar kegiatan pemeluk agama asli di Indonesia yang diabadikan oleh wartawan BBC Indonesia, Ervan Handoko.

Replika balai Tiwah yang biasa digunakan umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah saat menggelar upacara Tiwah atau pengangkatan tulang belulang leluhur yang sudah dimakamkan.
Keterangan gambar, Replika balai Tiwah yang biasa digunakan umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah saat menggelar upacara Tiwah atau pengangkatan tulang belulang leluhur yang sudah dimakamkan.
Sesaji menjadi bagian penting dari ritual Basarah yang dilakukan umat Hindu Kaharingan. Lewat sesaji, umat Kaharingan memohon perlindungan ke Tuhan sebelum memulai ibadah
Keterangan gambar, Sesaji menjadi bagian penting dari ritual Basarah yang dilakukan umat Hindu Kaharingan. Lewat sesaji, umat Kaharingan memohon perlindungan ke Tuhan sebelum memulai ibadah
Seorang umat Hindu Kaharingan memberikan persembahan sebelum mengikuti ritual Basarah.
Keterangan gambar, Seorang umat Hindu Kaharingan memberikan persembahan sebelum mengikuti ritual Basarah.
Ritual agama Kaharingan memiliki unsur-unsur yang mirip agama Hindu seperti dupa, air dan sesajian.
Keterangan gambar, Ritual agama Kaharingan memiliki unsur-unsur yang mirip agama Hindu seperti dupa, air dan sesajian.
Pengikut agama Ugamo Malim agama tradisional yang sudah lama dipeluk masyarakat Batak jauh sebelum agama Samawi seperti Islam dan Kristen menyebar di nusantara.
Keterangan gambar, Pengikut agama Ugamo Malim agama tradisional yang sudah lama dipeluk masyarakat Batak jauh sebelum agama Samawi seperti Islam dan Kristen menyebar di nusantara.
Para tetua Ugamo Malim di Banten, Tangerang, sedang mempersiapkan ritual mingguan.
Keterangan gambar, Para tetua Ugamo Malim di Banten, Tangerang, sedang mempersiapkan ritual mingguan.
Dalam ritual Ugamo Malim, umat laki-laki dan perempuan dipisahkan. Bagi laki-laki berkeluarga mereka menggunakan ikat kepala putih, jas hitam dan sarung. Sementara untuk pemuda lajang menggunakan kemeja dan sarung.
Keterangan gambar, Dalam ritual Ugamo Malim, umat laki-laki dan perempuan dipisahkan. Bagi laki-laki berkeluarga mereka menggunakan ikat kepala putih, jas hitam dan sarung. Sementara untuk pemuda lajang menggunakan kemeja dan sarung.
Dalam ritual rutin setiap hari Sabtu, pemipin ibadah membacakan doa-doa permohonan dan penyerahan diri kepada Tuhan yang dalam konsep Ugamo Malim disebut Debata Mulajadi Nabolon.
Keterangan gambar, Dalam ritual rutin setiap hari Sabtu, pemipin ibadah membacakan doa-doa permohonan dan penyerahan diri kepada Tuhan yang dalam konsep Ugamo Malim disebut Debata Mulajadi Nabolon.