Brasil sang raja diraja

Brazil
Keterangan gambar, Brasil ketika memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2010
Telah diterbitkan

Brasil mempunyai catatan yang tak tertandingi di Piala Dunia. Juara lima kali dan satu-satunya negara yang selalu ikut di putaran final Piala Dunia sejak turnamen ini digelar. Mereka juga menjadi satu-satunya negara yang bisa menuarai turnamen di luar benua mereka sendiri.

Ketika Brasil menjadi juara dunia yang ketigakalinya tahun 1970 di Meksiko menjadi turnamen yang paling banyak dibicarakan di dunia, karena Brasil memadukan talenta yang hebat, permainan yang indah dan tentu saja menjadi juara.

Nama seperti Carlos Alberto, Jairzinho, Tostao, Gerson, Rivelino dan tentu saja Pele menghantui pemain-pemain belakang setiap kesebelasan yang bertemu dengan mereka. Tetapi itu terakhir kali permainan indah brasil menjuarai Piala Dunia. Brasil memenangkan Piala Dunia 1994 dan 2002 tetapi masyarakat Brasil menganggap permainan mereka tidak layak diabandingkan dengan tim 1970, bahkan juga tidak dengan tim 1982 yang gagal di semifinal. Ketika nama-nama seperti Romario, Bebeto, Ronaldo, Ronaldinho munculpun tetap kehebatan mereka belum dianggap seberapa.

Gaya Dunga

Ronaldinho
Keterangan gambar, Pemain AC Milan Ronaldinho absen di Piala Dunia

Kini dipimpin Dunga, Brasil mencoba memenangkan Piala Dunia untuk keenam kalinya. Pelatih Persipura Jayapura asal Brasil, Jacksen F Tiago menilai dengan skuad tim yang ada, Brasil mempunyai peluang besar untuk memenangkan Piala Dunia di Afrika Selatan. Namun satu nama menonjol yang absen dari 23 pemain anggota skuad Brasil, Ronaldinho. Salah satu bintang tim Brasil dalam sepuluh tahun terakhir ini menurut Jacksen telah mengalami penurunan dan tidak begitu cocok dengan pola permainan yang diterapkan oleh Dunga.

''Penampilan Ronaldinho sekarang jauh dari Ronaldinho yang kita kenal mampu melakukan keajaiban di lapangan,'' kata Jacksen. ''Ia sering menahan bola dan tidak mengalirkan permainan. Sehingga Dunga mungkin menginginkan pemain yang lebih dinamis.''

Dunga adalah seorang gelandang bertahan dan sekaligus kapten tim nasional Brasil yang memenangkan Piala Dunia tahun 1994. Dan cara bermain Brasil sekarang dikecam media massa karena dianggap membosankan dan bertahan, seperti mewakili personifikasi Dunga di lapangan.

''Yang lebih diutamakan Dunga adalah efektifitas tim dalam bermain, sehingga mungkin dunia maupun media massa Brasil menganggapnya sebagai permainan bertahan,'' tambah Jacksen. ''Saya lebih melihatnya sebagai sebuah upaya menjadikan tim sebagai sebuah kesatuan yang efektif ketimbang mengandalkan kemampuan individu pemain.''

Di bawah Dunga hampir semua gelar yang diikuti Brasil telah mereka raih. Dari Piala Konfederasi, Copa America, dan juara babak kualifikasi Piala Dunia wilayah Amerika Selatan.

Itulah sebabnya Brasil, bersama Spanyol, difavoritkan untuk menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.