Dementieva dan Schiavone ke semifinal

Elena Dementieva
Keterangan gambar, Dementieva masuk final di Roland Garros di tahun 2004.
Telah diterbitkan

Elena Dementieva mengalahkan rekan sesama Rusia, Nadia Petrova, 2-6, 6-2, 6-0 untuk maju ke semifinal Prancis Terbuka untuk kedua kalinya.

Unggulan kelima yang kalah di final di tahun 2004 ini akan bertemu unggulan ke-17 dari Itala, Francesca Schiavone, yang mengalahkan petenis Denmark Caroline Wozniacki.

Dementieva menang dalam pertandingan yang diwarnai dengan banyak kesalahan dari keduanya, dan cedera yang dialami kedua pemain di babak sebelumnya.

Pertandingan berlangsung selama 2 jam 6 menit, namun sempat ditunda selama 30 menit untuk perawatan medis, dan penundaan karena hujan gerimis yang mengguyur Roland Garros.

"Ini kemenangan yang sulit melawan Nadia, karena kami sama-sama mengalami kesulitan dengan cedera," kata Dementieva.

"Ini bukan merupakan minggu yang mudah, sehingga secara fisik, kami tidak tampil terbaik."

Petrova, yang mengalahkan Venus Williams dua set langsung di babak sebelumnya, menang mudah 6-2 di set pertama, tetapi itu kebanyakan karena kesalahan yang dibuat oleh Dementieva.

Dementieva yang berusia 28 tahun tersebut, yang masih mengejar gelar grand slam yang pertama, menyamakan kedudukan di set kedua, dan unggul cepat 2-0 di set ketiga, meskipun Petrova seempat dirawat, dan mengganti baju.

Dementieva akhirnya menang 6-0 dengan kondisi Petrova jauh menurun akibat cedera yang dialaminya.

Di semifinal, Dementieva akan menghadapi Scvhiavone dimana rekor bertanding antar keduanya adalah 6-4 untuk petenis Rusia tersebut.

Serangan jantung

Sementara itu, Francesca Schiavone maju ke semifinal setelah menang 6-2, 6-3 atas Caroline Wozniacki untuk menjadi petenis Italia pertama yang maju ke semifinal turnamen grand slam.

"Serangan jantung." demikian komentar Schiavone mengenai kemenangannya atas unggulan ketiga dari Denmark tersebut.

"Saya kira di saat kemenangan itu, kita jadi ingat banyak hal dari masa muda. Ini sangat khusus, karena ini adalah kesempatan, peluang dan segalanya."

Prestasi tertinggi Schiavone sebelumnya adalah perempat final, yang dicapainya sembilan tahun lalu. Dia juga pernah mencapai tiga perempat final di turnamen grand slam lainnya.