PERTANDINGAN

Kejutan kembali terjadi di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, tim kuat Jerman, yang tampil cemerlang dengan menyikat Australia 4-0 di pertandangan pertama, dikalahkan Serbia 1-0.
Gol kemenangan Serbia dicetak oleh Milan Jovanovic di menit ke-38. Gol ini berawal dari kemelut di depan gawang Jerman.
Milos Krasic mengirim umpan silang jantung pertahanan Jerman yang disambut dengan tandukan oleh Nikola Zigic. Jovanovic yang berdiri bebas menembak bola gawang Jerman.
Gol ini terjadi beberapa menit setelah penyerang Jerman Miroslav Klose diusir dari lapangan oleh wasit karena akumulasi dua kartu kuning.
Tertinggal 0-1, Jerman menaikkan tempo permainan dan meski hanya diperkuat oleh sepuluh pemain, Jerman mengurung Serbia.
Jerman nyaris menyamakan kedudukan di akhir babak pertama, namun tendangan para pemain Jerman menghantam mistar atau bisa dihalau oleh pemain-pemain Serbia.
"Kemenangan ini lebih dari sekedar kemenangan. Kemenangan ini memberikan dampak psikologi lebih besar bagi kami. " kata pelatih Serbia Radomir Antic.
"Dengan kemenangan ini, kami bisa menentukan nasib kami sendiri. Ini adalah kemenangan bagi mereka yang tahu bagaimana merayakan kemenangan." tambahnya.
Gagal manfaatkan penalti
Di babak kedua serangan Jerman tidak mengendur. Anak-anak asuhan Joachim Low ini mendapatkan peluang emas di menit ke-59 setelah bek Serbia menyentuh bola di kandang sendiri.
Lukas Podolski ditunjuk menjadi algojo namun tendangannya bisa diselamatkan kiper Serbia Vladimir Stojkovic.
Setelah penalti ini, Serbia makin merapatkan pertahanan sambil sesekali melancarkan serangan balik. Namun posisi 1-0 tidak berubah hingga pertandingan berakhir.
Hasil ini membuat pertarungan di Grup D menjadi terbuka lebar.
Jerman masih berada di posisi teratas untuk sementara, disusul Ghana dan Serbia, kesemuanya dengan nilai tiga.
"Kami kuat, mungkin kami sedikit beruntung tapi kami layak menang." kata pemain belakang Serbia Branislav Ivanovic.
"Kami harus tetap tenang dan kompak. Kami belum lagi lolos ke babak kedua."
Sementara itu pelatih Jerman Joachim Loew membela pemain depan Klose dengan mengatakan wasit Spanyol Alberto Undiano bereaksi berlebihan dengan memberikan kartu merah kepada Klose, dan tujuh kartu kuning lainnya.
"Klose berusaha mengejar bola, dan dia tidak beruntung karena tendangan mengenai kaki lawannya." kata Loew. "Saya tidak tahu apa kartu itu betul layak. Saya kira terlalu kejam."
Jerman menjadi tim kedua yang secara mengejutkan ditundukkan tim yang lebih lemah.
Sebelumnya Swiss menundukkan salah satu favorit juara, Spanyol dengan skor 1-0 di Grup H.
PREVIEW

Jangan pernah meremehkan tim Jerman. Kalimat klise itu tampaknya menjadi kenyataan ketika putaran pertama Piala Dunia 2010 berlangsung.
Dari 32 peserta yang bertarung di babak penyisihan, kala itu Jerman tampil sebagai tim paling impresif dengan membenamkan Australia dengan empat gol tanpa balas.
Kemenangan impresif atas Australia itu membuka mata dunia bahwa pasukan Joachim Loew yang didominasi pemain muda itu mampu tampil percaya diri di ajang akbar itu.
Padahal, sejak cederanya kapten Michael Ballack banyak pengamat meragukan kemampuan Der Panzer tampil prima.
Setelah penampilan impresif itu, Joachim Loew memiliki tugas berat untuk mempertahankan performa tim muda Jerman itu.
Loew setidaknya masih menyimpan sejumlah bakat muda di bangku cadangan misalnya Holger Badstuber, Sami Khedira dan Mezut Oezil selain Thomas Mueller yang tampil gemilang saat menghadapi Australia.
Kami mencoba untuk tetap menginjakkan kaki kami di bumi
Thomas Mueller
Meski demikian, Thomas Mueller coba untuk tetap membumi dan tetap mewaspadai lawan Jerman selanjutnya yaitu Serbia.
"Jika kami bermain baik maka semua orang akan memuji kami. Namun, jika kami tampil buruk menghadapi Serbia maka kami akan dicerca habis-habisan. Maka kami mencoba untuk tetap menginjakkan kaki kami di bumi," kata Thomas Mueller yang sejak penampilan gemilangnya disamakan dengan legenda Jerman, Gerd Mueller.
Pernyataan Mueller ada benarnya. Sebab, lawan selanjutnya Panser adalah Serbia yang memiliki sejarah panjang sepakbola terutama saat masih bernama Yugoslavia.
Bisa dipastikan Jerman tak akan nyaman bermain menghadapi Serbia. Sebab, Dejan Stankovic dkk juga mengejar kemenangan demi membuka peluang mereka ke babak kedua. Di pertandingan perdana, Tim Elang Putih harus menyerah 0-1 di tangan wakil Afrika, Ghana.
Rekor Klose

Sayangnya, saat menghadapi Serbia nampaknya Jerman tidak akan diperkuat gelandang bertahan Bastian Schweinsteiger yang terkena flu dan tidak terlihat dalam sesi latihan kemarin.
Jika Schweini tidak bis atampil maka Joachim Loew harus mengubah taktik karena kekurangan gelandang bertahan yang sepadan dengan Schweinsteiger.
Namun masalah di lini tengah ini nampaknya tidak akan terjadi di lini depan. Jerman sejauh ini memiliki para penyerang dengan kualitas di atas rata-rata.
Lukas Podolski, Miroslav Klose, Mario Gomez hingga striker naturalisasi Cacau memiliki kemampuan luar biasa dalam urusan menjebol gawang lawan.
Khusus Klose pemain berdarah Polandia ini memiliki ambisi pribadi menyamai rekor Ronaldo yaitu mencetak 15 gol di putaran final Piala Dunia. Sejauh ini Klose sudah mencetak sebelas gol dan tujuh gol di antaranya dicetak dengan sundulan.
Nampaknya, Loew akan mempertahankan duet Podolski-Klose di lini depan dengan pelapis pemain kelahiran Brasil, Cacau.
Sementara itu, pelatih Serbia Radomir Antic kemungkinan akan memainkan Neven Subotic untuk menggantikan Alexsandar Lukovic yang mendapat kartu merah saat menghadapi Ghana.
Sedangkan peran gelandang Wolverhampton Nenad Milijas di lini kemungkinan akan digantikan Zdravko Kuzmanovic, selain memasang pemain sayap Zoran Tosic sebagai starter.
Seperti petinju

Sepanjang sejarah Piala Dunia, termasuk saat masih bernama Jerman Barat dan Yugoslavia atau Serbia-Montenegro, kedua negara sudah bertemu sebanyak 28 kali.
Dari 28 pertemuan itu, Jerman memenangi 16 partai dan Serbia mencetak tujuh kemenangan. Pertemuan kedua negara Kamis (18/6) adalah pertemuan ketujuh di ajang Piala Dunia. Di putaran final Piala Dunia, Jerman memenangkan tujuh pertandingan dan hanya satu kali kalah di tangan Serbia.
Jika melihat statistik ini, maka peluang Jerman lebih besar untuk memenangkan pertandingan kedua di Grup D ini. Namun pelatih Joachim Loew nampaknya tak mau terlena dengan catatan sejarah atau statistik.
"Serbia itu seperti seorang petinju yang sudah terkena pukulan pertama dan mereka akan menyerang balik. Serbia harus memenangkan pertandingan ini dan kami yakin mereka akan bermain menyerang," kata Loew.
"Saya mendengar Radomir Antic (Pelatih Serbia) berbicara seputar kehormatan dan karakter. Dia mengatakan pertandingan ini adalah sebuah pertandingan bersejarah jadi itu akan menjadi pertandingan yang sulit," tambah Loew.
Sementara itu, pelatih Serbia Radomir Antic mengaku sangat mewaspadai Jerman yang tampil mengesankan di pekan awal Piala Dunia 2010.
"Lawan kami adalah tim yang bermain gemilang di bagian pertama Piala Dunia kali ini," kata Antic.

Saya akan melakukan apapun untuk meningkatkan performa para pemain
Radomir Antic
Sebagai pelatih, lanjut Antic, dirinya sangat gusar ketika Serbia tampil buruk dan menyerah kepada Ghana di pertandingan perdanan. Kekalahan ini membuat langkah Serbia lebih berat untuk lolos ke babak kedua.
"Kami harus menghilangkan semua beban yang menghalangi tujuan kami. Setiap pemain harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka. Saya yakin semua pemain mampu mengeluarkan energi spesialnya saat menghadapi lawan yang hebat," tambah Antic.
"Sebagai pelatih saya akan melakukan apapun untuk meningkatkan performa para pemain untuk menghadapi pertandingan nanti," tandas Antic.
STATISTIK
Untuk melihat skor langsung dan klasemen fungsikan javascript



