LA Lakers juara NBA

Setelah sempat tertinggal Los Angeles Lakers berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Boston Celtic 83-79 dalam partai ketujuh final kompetisi basket NBA.
Kemenangan ini sekaligus memastikan gelar juara kedua kalinya secara berturut-turut bagi LA Lakers.
Dalam pertandingan ketat itu, Pau Gasol menjadi bintang dengan mencetak 19 angka dan 17 rebounds. Sementara itu Kobe Bryant mencatat 21 angka dan Ron Artest menambah 20 angka.
LA Lakers yang menjadi tuan rumah sempat tertinggal hingga 13 angka dari tamunya. Namun dalam quarter terakhir Lakers berhasil memimpin dan dua kali tembakan bebas Sasa Vijacic memastikan kemenangan Lakers.
Ini adalah final pertama yang harus diselesaikan dalam tujuh partai selama 16 tahun terakhir. Dan dari 18 partai ketujuh final NBA, 14 pertandingan di antaranya dimenangkan tim yang mendapat giliran sebagai tuan rumah.
Dan setiap partai di babak final selalu dimenangkan tim dengan angka rebound terbanyak. Untuk hal ini LA Lakers mendominasi perolehan rebound dengan 53-40 di partai terakhirnya.
Forward Lakers asal Spanyol Pau Gasol menjadi pencetak rebound terbanyak. Dan penampilannya ini mendapat pujian Kobe Bryant.
"Gasol sangat luar biasa. Kami tak akan meraih kemenangan tanpa dia. Tak ada lagi yang bisa saya katakan soal dia," puji Bryant, yang menjadi pemain terbaik final untuk kedua kalinya.
"Gelar ini adalah yang terbaik. Sebab rivalitas kami dengan Celtics dan ini adalah final terberat," tambah Bryant.
Sementara itu Boston Celtics yang tampil tanpa center Kendrick Perkins yang cedera pada awalnya memimpin perolehan angka pada paruh pertama dengan 23-14.
Di quarter kedua Boston tidak mampu mencetak angka hingga lima menit namun di akhir babak mampu unggul 40-34 atas tuan rumah.
Tembakan dua angka Rajon Rondo membawa Celtic unggul 47-36 dan dia kembali mencetak angka untuk menjauhkan jarak hingga 14 angka.
Penampilan Lamar Odom membuat Lakers mampu memperkecil ketinggalan hingga 57-53 di akhir quarter ketiga. Kemudian tembakan bebas Artest menyamakan kedudukan 61-61.
Namun, Boston kembali mendulang sembilan angka tanpa balas sehingga kembali unggul 70-64. Pertandingan kemudian kembali imbang setelah kedua tim saling mencetak tembakan tiga angka.
Namun, di saat-saat kritis Vujacic bisa mencetak angka melalui tembakan bebas sementara Rondo gagal mencetak tiga angka.





























