Terbaru  28 Juni 2010 - 02:07 GMT

Argentina lewati Meksiko, 3-1

PERTANDINGAN

argentina

Argentina dengan meyakinkan melenggang ke babak delapan besar setelah mengalahkan Meksiko 3-1.

Dua gol dari Carlos Tevez dan satu oleh Gonzalo Higuain membawa Argentina bertemu dengan Jerman.

''Yang penting kami masuk perempat final. Kalau untuk persoalan gol, saya hanya ingin efektif saja,'' kata Tevez merendah.

Gol pertama Tevez diselubungi kontroversi yang tidak akan ada habisnya dibicarakan.

Tembakan Tevez diselamatkan kiper Oscar Perez, bola muntahan diterima Lionel Messi yang kembali melambungkan umpan ke Tevez.

Ketika menerima bola dan menyundul ke gawang itulah ia pada posisi offside.

Wasit Roberto Rosetti mensahkan gol yang tercipta di menit ke-26 itu walau dihujani protes pemain Meksiko.

Kesalahan pemain

Nasib buruk semakin menimpa Meksiko ketika tujuh menit kemudian pemain belakang Ricardo Osorio salah memberi umpan.

Ia menyodorkan bola kepada pemain Argentina, Gonzalo Higuain yang kemudian tinggal berhadapan dengan kiper Oscar Perez dan menceploskan bola.

Tidak ada yang meragukan gol ketiga Argentina yang dicetak Carlos Tevez. Striker Argentina itu melepas tembakan luar biasa keras di menit ke-52 dari luar kotak penalti. Bola bersarang di pojok kiri gawang bahkan sebelum kiper Meksiko bereaksi.

Usai gol ketiga Argentina mulai menurunkan tempo permainan dan mengganti beberapa pemainnya untuk lebih bertahan.

Berubahnya tempo permainan membuat Meksiko ganti mengambil inisiatif penyerangan. Dan di menit ke-71 sempat muncul harapan ketika Javier Hernandez membuat gol yang indah.

Menerima bola dengan membelakangi gawang ia membalik sekaligus melepaskan tembakan keras dan tak tertahankan kiper Sergio Romero.

Namun gol Meksiko itu sekadar gol hiburan karena kedudukan bertahan tetap 3-1 untuk Argentina hingga akhir pertandingan.

Ini untuk kelima kalinya berturut-turut Meksiko tersingkir di babak 16 besar dunia. Terakhir kali mereka lolos hingga perempat final adalah tahun 1986 ketika mereka menjadi tuan rumah.

Sementara bagi Argentina, pertemuan dengan Jerman di perempatfinal adalah ulangan empat tahun. Argentina saat itu kalah lewat adu penalti.

MENIT KE MENIT

Babak Pertama

2 Menit

Argentina menguasai lebih banyak bola. Meksiko menutup semua jalur serangan dengan ketat.

7 Menit

Lionel Messi (siapa lagi) menggiring bola mengiris pertahanan Meksiko dan melepas tembakan dari luar kotak penalti tetapi di blok. Hati-hati Meksiko. Kalian sudah diperingatkan.

10 Menit

Apa yang kalian bisa kami juga bisa, begitu mungkin kata pemain Meksiko. Bukan sekali tetapi dua kali. Pertama tembakan jarak jauh Carlos Salcido hampir saja menjebol gawang Sergio Romero yang beruntung bisa menepis ke atas gawang. Beberapa detik kemudian Beberapa detik kemudian Giovani Dos Santos memberi umpan Andres Guardado yang melepas tembakan keras. Beberapa meter di samping gawang. Ramai!

12 Menit

Lagi-lagi Messi menguasai bola dan menuju gawang. Dengan brilian ia mencoba melob bola namun kiper Oscar Perez cukup sigap dan membaca maksud Messi.

Komentator BBC David Pleat (mantan pelatih Tottenham Hotspur)

''Kontrol bola Messi luar biasa. Sempat-sempatnya melob bola ketika lari berlawanan arah dengan bola.''

15 Menit

Meksiko mengambil keputusan pertahanan terbaik adalah menyerang. Itulah yang mereka lakukan.

25 Menit

Gol Argentina. Kontroversial. Messi kembali meroberk jantung pertahanan Meksiko dan memberi umpan kepada Carlos Tevez yang sontekan bolanya berhasil dihalau kiper. Bola jatuh kembali Messi yang kembali memberi umpan kepada Tevez, kali ini bola lambung. Tevez menyundul bola, masuk. Wasih mensahkan gol. Tetapi Tevez dalam posisi offside. Pemain Meksiko memprotes. Pertandingan terhenti.

27 Menit

Kartu kuning pertama. Rafael Marquez menjegal Messi. Apa boleh buat. Messi licin bak belut.

33 Menit

Malapetaka buat Meksiko. Ricardo Osorio membuat kesalahan fatal di belakang. Operan bolanya mengarah pada Gonzalo Higuain yang langsung membawanya berhadapan dengan kiper dan menceploskannya ke gawang. Meksiko berantakan setelah gol offside Tevez.

SA, Indonesia:

Bravo..argentina....

38 Menit

Argentina total menguasai permainan sekarang. Semua pemain Argentina sepertinya bisa merasakan kalau pemain Meksiko kerepotan. Tevez, Messi, Higuain semua mempunyai kesempatan untuk mencetak gol dalam satu serangan. ''Babak pertama cepat berakhir,'' doa pemain Meksiko.

44 Menit

Gonzalo Higuain seharusnya bisa menjadikannya 3-0. Ia mempunyai kesempatan bebas untuk menyundul bola. Tetapi masih saja melebar. Maradona di pinggir lapangan berulangkali mengangkat tangan seperti berdoa.

45 Menit

Babak pertama berakhir. Keributan terjadi di luar lapangan. Tidak jelas apa yang terjadi. Kemungkinan para pemain Meksiko masih merasa diperlakukan tidak adil dengan gol offside Tevez. Akhirnya pemain Meksiko berhasil dibujuk masuk ke ruang ganti. Dari segi permainan, suguhan yang bagus.

Babak Kedua

46 Menit

Meksiko memasukkan Pablo Barrera menggantikan Adolfo Bautista. Barrera mempunyai kecepatan lari yang lumayan. Mungkin itu yang diperlukan Meksiko, lari cepat, serangan cepat.

49 Menit

Serangan lumayan bagus dari Meksiko berakhir sia-sia.

52 Menit

Gol. Argentina 3 Meksiko 0. Gol Super. ''Masya Allah,'' kata rekan saya sekantor Anton Alifandi yang sedang membuat laporan pertandingan untuk siaran radio BBC Indonesia. Masya Allah memang. Carlos Tevez melepaskan tembakan super keras dari luar kotak penalti ke pojok kiri atas gawang. Selesai sudah pertandingan dalam hitungan saya. Argentina delapan besar. Ada yang bisa mengatakan sebaliknya?

Komentator BBC David Pleat (mantan pelatih Tottenham Hotspur)

''Seluruh tenaga Tevez beraada di belakang tembakan itu. Tak peduli, kalaupun kipernya lebih dua meter tingginya, tetap saja ia tak akan bisa menahan bola.''

61 Menit

Tendangan sudut untuk Meksiko. Pablo Barrera melakukan umpan tarik melambung, Luiz Hernandez melompat lebih tinggi dari semua pemain, tetapi sundulan tipis di atas mistar gawang Argentina.

65 Menit

Meksiko mencoba terus menekan untuk setidaknya membalas satu gol. Semakin lama Meksiko tidak mencetak gol, semakin jauh mimpi untuk lolos ke delapan besar. Walau bagi saya mimpi itu telah pupus dengan gol ketiga Argentina.

69 Menit

Maradona sepertinya memutuskan bahwa pertandingan telah berakhir. Carlos Tevez ditarik keluar digantikan Sebastian Veron. Maaf Tevez tidak ada hattrick untuk anda.

71 Menit

Gol. Meksiko belum putus asa. Gol individual yang bagus. Luiz Hernandez menerima bola dengan membelakangi gawang di kotak penalti. Membalik badan sekaligus melepas tembakan. Luar biasa.

75 Menit

Setelah gol ketiga Argentina tak lagi mampu menyerang atau enggan menyerang, entah yang mana. Mestinya mereka khawatir kini Meksiko terus menyerang.

80 Menit

Argentina rupanya memutuskan untuk bertahan. Maradona memutuskan measukkan bek Jonas Gutierrez menggantikan pemain sayap Angel di Maria.

87 Menit

Maradona di pinggir lapangan berteriak kepada anak asuhnya sambil menunjuk mata, ''konsentrasi, tinggal sebentar lagi.''

88 Menit

Salah satu pemain Maeksiko yang paling rajin melepas tembakan jarak jauh adalah Carlos Salcido. Sayang semakin lama tembakannya semakin tidak terarah. Baru saja tembakan melayang puluhan meter di atas gawang Argentina.

90 Menit

Ini bukan harinya Messi. Tetapi ia masih sempat menunjukkan kehebatannya dengan berkelit melewati beberapa pemain sebelum melepas tembakan yang berhasil di tepis kiper. Serangan terakhir. Tinggal menunggu wasit meniup peluit.

PREVIEW

Javier Hernandez

Walau underdog, Meksiko berusaha membalas kekalahan dari Argentina di Piala Dunia 2006, dalam pertandingan babak 16 di Stadion Soccer City di Johanesburg hari Minggu malam.

Di Jerman tahun 2006, Argentina menang 2-1 atas Meksiko, di babak yang sama yaitu 16 besar.

Pemain tengah Meksiko Rafael Marquez yang bermain dalam pertandingan di tahun 2006 tersebut mengatakan kekalahan tersebut merupakan "duri" dalam daging dalam sejarah sepakbola Meksiko, dan dia berharap akan bisa menghilangkan duri tersebut di Afrika Selatan.

Namun tantangan yang dihadapi Meksiko sangat berat melihat penampilan Argentina selama babak pertama, dia mereka tidak pernah kalah.,

Meksiko tidak saja harus berusaha membendung serangan Lionel Messi, Gonzalo Higuain, dan Carlos Tevez, tetapi juga pemain tengah Argentina lain seperti Angel di Maria dan Maxi Rodriquez.

Rodriquez mencetak salah satu gol Argentina ke gawang Meksiko dalam pertandingan di tahun 2006 tersebut.

Pelatih Meksiko Javier Aguirre menyadari betul bahwa timnya sangat tidak diunggulkan melawan Argentina.

"Meksiko tidak banyak mendapatkan dukungan, baik dari pecinta bola maupun di pasar taruhan," kata Javier Aguirre.

Bertarung seperti singa

Namun menurut Aguirre, hal ini justru memperbesar semangat para pemain mereka untuk bertanding mati-matian melawan Argentina.

"Tidak banyak orang mengatakan Meksiko punya peluang untuk menang dalam 90 menit, tetapi kita lihat saja apakah Meksiko bisa menciptakan sejarah." kata Aguirre.

"Argentina menang 4 tahun lalu, dan itu satu-satunya pertandingan yang terjadi. Jadi kami harus berusaha mengubah statistik tersebut, dan melihat apakah pasar taruhan memang benar untuk menjagokan Argentina," katanya lagi.

Meksiko diperkirakan akan menurunkan pemain depan Arsenal Carlos Vela yang sebelumnya mengalami cedera sehingga tidak bisa diturunkan di pertandingan grup A melawan Uruguay.

Aguirre juga tidak puas dengan perkiraan media Meksiko bahwa timnas mereka sama sekali tidak memiliki peluang menghadapi Lionel Messi dan kawan-kawan.

"Saya kira apa yang ditulis media di Meksiko tidak layak. Mungkin logikanya begitu karena kami melawan Argentina, peluang kami tidak ada. Tetapi itu hanya perkiraan."

"Para pemain kami sekarang ini lapar akan keberhasilan. Mereka tidak takut akan kesuksesan. Mereka akan bertanding seperti singa. Kalah menang tidak ada yang tahu tetapi mereka akan berjuang dulu." tambah Aguirre.

STATISTIK

Untuk melihat skor langsung dan klasemen fungsikan javascript

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.