Bos F1 ragukan Grand Prix Korsel

Bos Formula 1 Bernie Ecclestone menyatakan keraguan apakah Grand Prix di Korea Selatan dapat diselenggarakan.
"Tidak bagus [prospeknya]. Seharusnya inspeksi dilakukan enam minggu lalu," kata Ecclestone.
"Biasanya kami memiliki waktu 90 hari untuk memeriksa sebelum balap dan kami sekarang menundanya," tambahnya.
"Apa yang kami lakukan cukup berbahaya. Pertanyaannya adalah apakah balap harus dibatalkan atau tidak? Mereka mengatakan semuanya akan selesai - kami harap mereka benar."
Seorang pejabat balap Korea mengakui mereka menangapi pernyataan Ecclestone "secara serius" namun mereka akan siap menjadi tuan rumah balap seperti direncanakan.
"Kami tidak menghadapi masalah untuk menjadi tuan rumah balap tanggal 24 Oktober karena kami hampir menyelesaikan semua fasilitas," kata juru bicara badan otomotif Korea Korean Auto Valley Operation (KAVO), Kim Jae-Ho.
Sirkuit internasional Korea, yang masih belum selesai itu, semula dijadwalkan untuk diperiksa tanggal 21 September namun tanggal itu adalah hari libur di Korea.
Pejabat Federasi Otomotif Internasional, FIA Alexandra Schieren mengatakan inspeksi oleh pihak FIA akan dilakukan tanggal 11 Oktober.
"Kami akan segera menyelesaikan pekerjaan dan para pejabat FIA akan melihat sirkuit yang sudah selesai pada inspeksi terakhir dalam dua minggu," kata Kim.
"Kami menanggapi pernyataan Ecclestone secara serius sebagai pesan bahwa kami harus meningkatkan persiapan untuk balap."
Mobil-mobil F1 dijadwalkan akan menggunakan sirkuit itu untuk latihan tanggal 22 Oktober, dan hari berikutnya untuk kualifikasi sebelum balap hari Minggu 24 Oktober.
Balap Formula Satu berikutnya di Jepang tanggal 10 Oktober, dilanjutkan di Korea, Brasil (7 November) dan terakhir di Abu Dhabi (14 November).
Pembalap Ferrari Fernando yang menang dalam balap di Singapura hari Minggu lalu, mengejar poin Mark Webber dari Red Bull dengan selisih 11 angka, sementara pembalap McLaren Lewis Hamilton di tempat ketiga.





























