"Semua serba last minute di India"

Pelatih tim bulutangkis India Atik Jauhari mengatakan berbagai persoalan yang dihadapi panitia pesta olahraga persemakmuran di Delhi disebabkan oleh kebiasaan menyelesaikan segala sesuatu pada saat-saat terakhir.
"Semua serba last minute di India, mengenai keberangkatan, mengenai uang saku, uang makan atau uang salary, itu selalu last minute," kata Atik kepada BBC Indonesia.
Atik Jauhari sudah dua tahun lebih menjadi pelatih tim nasional India dan sebelumnya pernah menjadi pelatih di Swedia dan Thailand, selain menjadi pelatih pelatnas di Indonesia.
Panitia penyelenggara mendapat sorotan dari dalam dan luar negeri karena perkampungan atlet yang masih kotor dan belum siap pakai, serta sejumlah arena pertandingan yang masih belum selesai.
Sebuah jembatan pejalan kaki juga rubuh pekan lalu.
Atik mengatakan itulah sebabnya tim bulutangkis India baru akan meninggalkan pemusatan latihan di Hyderabad Kamis(30/09), hanya tiga hari sebelum Commonwealth Games dimulai.
"Kalau kita berangkat lebih awal, kita khawatir gimana latihannya," kata Atik.
Namun Atik mengatakan pertandingan bulutangkis tidak akan menghadapi masalah karena arena yang dipakai adalah gedung yang bulan April lalu dipakai sebagai lokasi kejuaraan bulutangkis Asia.
"Waktu kejuaraan Asia memang kotor, banyak debu tetapi tidak akan terlalu menjadi masalah," kata Atik.
Atik mengatakan kekacauan persiapan Commonwealth Games ini membuat malu banyak warga India.





























