Kisruh di Liverpool belum berakhir

Tom Hicks, George Gillet
Keterangan gambar, Tom Hicks dan George Gillet dianggap gagal mengurus klub
Telah diterbitkan

Liverpool kembali menerima dua tawaran baru yang bisa menghapus semua utang klub, tetapi hal ini juga menimbulkan perpecahan di manajemen Liverpool.

Sebuah sumber yang dekat dengan proses negosiasi mengatakan ''kedua tawaran ini bisa mengurangi hutang secara signifikan dan bisa mengembalikan modal pemilik saat ini''.

Christian Purslow dan Ian Ayre bersama Martin Broughton, ketua klub, merupakan tokoh yang terus berupaya untuk mencari segala kemungkinan untuk menjual klub dalam setiap kesempatan yang memungkinkan.

Dua tawaran baru yang disebut sebagai ''penawaran keuangan yang luar biasa'', diperkirakan datang dari Asia dan Amerika.

Salah satu penawar dipercaya datang dari pemilik Boston Red Sox asal Amerika John Henry.

Tetapi pemilik bersama asal Amerika, Tom Hicks dan George Gillett, kemungkinan akan menolak tawaran ini dan mengklaim 'masih dibawah nilai'.

Bahkan keduanya justru mencoba untuk menyingkirkan dua anggota manajemen dalam pertemuan Selasa.

Hicks dan Gillett menginginkan direktur pelaksana Christian Purslow dan direktur komersial Ian Ayre diganti dengan Mack Hicks -anak Tom- dan Lori Kay McCutheon, yang merupakan wakil presiden di Hicks Holdings.

Tarik tawaran

Hicks dan Gillet dalam sebuah pernyataan mengatakan mereka tetap berkomitmen untuk ''menemukan pembeli yang tepat bagi Liverpool, yang bisa mendukung dan menjamin klub di masa mendatang'', tetapi menambahkan kalaupun harus dijual maka dengan ''harga yang pantas yang sesuai dengan nilai investasi yang kami miliki disini''.

Pernyataan itu berlanjut dengan menyebut "Kami akan menolak setiap upaya untuk menjual klub tanpa melalui proses atau persetujuan dari pemilik''.

Mereka telah menginvestasikan lebih dari £170 juta dan selama masa kepemilikan mereka dipercaya telah mendapatkan penghasilan berlipat, investasi pemain meningkat dan klub menjadi salah satu klub yang menguntungkan di Liga Primer.

Tetapi keuntungan tersebut tidak diimbangi dengan nilai hutang klub, akibatnya pada bulan April Liverpool ditawarkan untuk dijual oleh Hicks dan Gillett dengan hutang yang mencapai £351,4 juta.

Awalnya mereka menginginkan klub dijual dengan harga sekitar £800 juta, tetapi angka ini terus turun menjadi £600 juta.

Pendukung Liverpool
Keterangan gambar, Batas waktu pembayaran utang jatuh pada tanggal 15 Oktober.

Bulan Agustus sebuah tawaran datang dari pengusaha Hong Kong, Kenny Huang, dan tawaran lain datang dari konsorsium milik pengusaha Suriah, Yahya Kirdi.

Tetapi Selasa kemarin, Kirdi menyatakan mundur dari tawaran dengan mengatakan: ''ketika tidak ada perpecahan di klub dan penawaran harga yang logis, saya dan konsorsium akan bersiap untuk kembali ke meja perundingan''.

Batas waktu

Masalah keuangan ini berimbas kepada penampilan The Reds di lapangan setelah berada di papan bawah klasemen Liga Primer dan tersingkir di Piala Liga dari klub gurem Northampton.

Banyak penggemar Liverpool yang marah atas kepemilikan bersama dua orang Amerika Serikat tersebut yang gagal membangun sebuah tim yang hebat walau telah berhutang banyak.

Hicks dan Gillet juga gagal memenuhi janji untuk membangun sebuah stadion baru.

The Royal Bank of Scotland (RBS) telah menetapkan batas waktu 15 Oktober untuk membayar hutang atau didenda £60 juta.

Jika tidak bank memiliki opsi untuk kembali memperpanjang batas waktu lagi, atau menyatakan tidak ada lagi toleransi dengan menyatakan klub bangkrut atau menjualnya.

Banyak Liverpudlian -sebutan untuk warga Liverpool- yang menginginkan RBS masuk membayar utang, walaupun itu berarti klub dinyatakan bangkrut dengan akibat menerima pengurangan sembilan angka di Liga Primer.