Liverpool terancam hukuman

Telah diterbitkan

Liverpool terancam dideduksi sembilan angka kalau perusahaan induk mereka, Kop Holdings bangkrut.

Aturan liga menyebutkan hukuman bisa dikenakan kalau kebangkrutan perusahaan induk disebabkan oleh salah urus di tingkat klub.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa Liverpool akan kesulitan membantah tuduhan bahwa kebangkrutan mereka disebabkan salah urus yang dijalankan Tom Hicks dan George Gillet dalam mengelola klub.

Liverpool kemungkinan harus menyatakan diri bangkrut kalau penjualan ke perusahaan olahraga dan hiburan New England Sports Ventures (NESV) tidak terselesaikan selambat-lambatnya tanggal 15 Oktober.

Namun demikian prospek penjualan semakin nyata setelah Liga Primer memberi lampau hijau penjualan ke NESV yang juga menjadi pemilik tim basebal Boston Red Sox, denga harga £300 juta.

Namun kalau Hicks dan Gillet mampu mencegah penjualan maka perusahaan induk mereka bisa diambil alih oleh Royal Bank of Scotland (RBS) karena utang mereka yang mencapai £280 juta.

Dan kalau itu terjadi maka dewan direktur Liga Primer yang terdiri dari direktur eksekutif Richard Scudmore, ketua Sir Dave Richards dan sekretaris Mike Foster, akan menentukan apakah mereka harus mengurangi angka Liverpool.

Pada awalnya diperkirakan bahwa Liverpool tidak akan terkena pengurangan angka. Namun dengan terus ditundanya penjualan klub itu membuat kemungkinan itu semakin nyata.

Nasib Liverpool akan ditentukan minggu depan dengan apakah klub itu bisa dibeli oleh NESV walau pemiliknya keberatan melakukan penjualan.

Apapun keputusan pengadilan tinggi tampaknya banding akan diajukan dan hasilnya hampir tidak mungkin akan bisa diputuskan sebelum tanggal 15 Oktober yang merupakan tenggat waktu yang ditetapkan RBS.

RBS kemudian mempunyai dua pilihan: menunggu hingga persoalan hukum internal Liverpool terselesaikan terlebih dahulu atau meminta pembayaran utang dengan segera dan mengambil alih kendali administrasi Liverpool.