Pemilik baru dukung Hodgson

Liverpool new owners
Keterangan gambar, Roy Hodgson bertemu pemilik baru termasuk Tom Werner (tengah)
Telah diterbitkan

Manajer Liverpool Roy Hodgson menerima dukungan dari pemilik baru klub, New England Sports Ventures, NESV.

Masa depan Hodgson sebelumnya menjadi bahan spekulasi setelah terjadi perubahan pemilik, sementara Liverpool bercokol di posisi 18 klasemen sementara liga utama Inggris.

"Kami percaya dengan Roy," ujar Tom Werner, salah satu pemilik Liverpool, kepada BBC.

"Tidak satu pihakpun yang gembira dengan awal musim kompetisi tahun ini tetapi klub ini harus bisa menyatu dan Roy perlu diberi waktu."

Werner menambahkan: "Saya pikir satu resep menuju kehancuran adalah bergerak ke kiri dan ke kanan dan kami tidak melihat alasan Roy bukan pelatih kami tahun ini dan di masa depan."

Setelah menggantikan Rafael Benitez di kursi panas Anfield awal musim kompetisi tahun ini, Hodgson berhasil lolos beberapa ujian awal dengan mempertahankan Fernando Torres dan Steven Gerrard serta berhasil membeli Joe Cole.

Akan tetapi akibat beban hutang £350 juta yang ditanggung pemilik sebelumnya Tom Hicks dan George Gillet, Hodgson terpaksa menjual Javier Mascherano ke Barcelona sebelum bisa membeli pemain Porto Raul Meireles dengan harga £10,75 di hari terakhir periode transfer tengah tahun.

Namun demikian, meski ada masalah keuangan Liverpool yang buruk para pendukung tidak memperkirakan Liverpool hanya bisa meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan liga utama Inggris tahun ini dan ini merupakan lanjutan dari bulan-bulan terakhir masa kepemimpinan Benitez.

Memperkuat tim

Tom Werner, dan pemilik NESV lainnya John Henry bertemu dengan Hodson pada hari Jumat (15/10) dan dia mengatakan pemilik baru berniat menyediakan dana bagi manajer untuk memperkuat timnya.

"Besaran gaji barus meningkat," ujar Werner. "Saya tidak mau berjanji soal kapan dan bagaimana tetapi kami sadar benar ada hubungan kuat antara sukses di Liga Utama dan gaji.

Gillet dan Hicks
Keterangan gambar, George Gillet dan Tom Hicks membebani Liverpool dengan hutang

"Saya pernah menandatangani cek untuk tujuan jangka panjang. Dengan Red Sox kami membeli seorang pemain Jepang dan jumlah totalnya, uang transfer dan gaji, mencapai sekitar US$100 juta."

Akan tetapi, Werner merasa rencana keuangan di bidang pemain hanya satu dari proses panjang dalam meningkatkan nabis klub baik di dalam dan di luar lapangan.

"Prioritas kami adalah mendengar -kami tidak mau daatang seperti seekor banteng di toko pecah belah- dan menciptakan stabilitas sebelum akhirnya mendatangkan pemasukan," ujarnya. "Kami berhasil menaikkan pendapatan di Boston untuk meningkatkan daya pembayaran gaji pemain.

"Semua berputar di sekitar kemenangan dan itu akan terjadi jika ada tim yang kompetitif. Jika kita berhasil meningkatkan merek Liverpool di pasar internasional.

"Gaya kepemilikan kami adalah tidak berjanji muluk dan mewujudkan lebih dari pada harapan."

NESV berhasil membeli Liverpool dengan harga £300 juta pada hari Jumat setelah pemilik sebelumnya, Tom Hicks dan George Gillet, mencabut perintah larangan sementara untuk menghentikan penjualan itu.

Hicks dan Gillet sangat tidak populer di kalangan pendukung mereka karena gaya kepemilikan yang antara lain membebani klub dengan hutang untuk membiayai pembelian klub itu pada tahun 2007.

Werner menjamin bahwa pendekatan NESV akan sangat berbeda.

"Kami bukan pemikir atau investor jangka pendek," ujar Werner. "Kami memiliki Red Sox sudah hampir sepuluh tahun dan selama kami masih suka dan melakukan langkah yang bagus, itu sudah cukup.

"Dalam dua tahun terakhir kami terpilih sebagai pemilik tim terbaik di dunia baseball. Kami penuh pertimbangan dan saya pikir catatan kami memperlihatkan itu.

"Pendukung adalah dasar utama kesuksesan satu klub dan kami ingin memperbaiki semua jembatan yang kemungkinan sedikit rusak.

"Langkah pertama yang kami lakukan adalah membayar lunas hutang akuisisi, yang merupakan masalah besar. Tom dan George berfilsalah keuntungan, tetapi John dan saya memilih untuk menang.

"Kami tidak mengharapkan bulan madu jangka panjang di sini dan kami tidak minta itu. Saya ingin semua pendukung mengerti bahwa kami bertujuan memperbaiki. Memang banyak yang harus dikerjakan dan kami akan bekerja keras untuk mencapaiknya.

"Kita semua ingin menang. Menang memang sangat memuaskan dan terlibat sedikit dalam hal yang bisa memuaskan pendukung adalah satu perasaan yang khusus.

"Saya sudah sering meraih sukses dalam hidup ini tetapi ketika Red Sox memenangkan Seri Dunia tahun 2004 banyak orang datang dan berterima kasih karena telah membantu mewujudkannya dan saya berharap kami bisa melakukan itu di Liverpool."

Stadion baru

Fernando Torres
Keterangan gambar, Roy Hodgson berhasil meyakinkan Torres untuk tetap di Liverpool

Satu masalah lain yang sangat ingin diatasi oleh Werner adalah rencana lama untuk pindah dari Anfield ke stadion baru.

"Kami minta pendukung klub untuk memberi waktu kami mempelajari opsi-opsi lain mengenai stadion baru dan kami akan segera mengumumkan satu rencana, tetapi saya tidak ingin memperkirakan kapan itu terjadi," ujar Werner. "Ini memang ada di dalam kepala semua pihak karena kami ingin meningkatkan pendapatan di hari pertandingan tetapi kami juta harus memusatkan perhatian tentang upaya meningkatkan pendapatan komersial secara global."

Klub baseball Red Sox mengakhiri masa paceklik juara Seri Dunia selama 86 tahun hanya dua tahun setelah NESV membeli klub itu. Red Sox kembali meraih gelar ini tahun 2007.

Werner merasa pengalaman yang didapat dari kepemilikan tim baseball itu merupakan satu dasar bagus untuk membuat Liverpool -yang telah menjuarai Liga Utama 18 kali, terakhir tahun 1990- kembali meraih kejayaan.

"Kami merasa ada banyak kesamaan antara pengalaman kami di Boston dengan yang bisa kami bawa ke klub hebat ini," ujar Werner.

"Ketika kami membeli Red Sox tahun 2001, situasinya adalah klub istimewa yang tidak pernah juara Seri Dunia selama 86 tahun tetapi kami memiliki manajemen yang bagus dan rasa percaya pada satu strategi jangka panjang.

"Liga Inggris sangat kompetitif, tetapi pesan kami kepada para pemain adalah meski akhir-akhir ini situasinya seperti di laut berombak keras kami ingin mengembalikan stabilitas. Mereka merasa optmistis dan memiliki semangat tinggi.

"Kami sadar dengan tantangan-tantangan yang dihadapi tim dan pendukung beberapa tahun ini. Kami memiliki satu eksekutif senior di Boston yang menurut saya lebih perduli dengan Liverpool daripada Red Sox dan jika anda ke kantornya anda akan melihat semua barang kenangan Liverpool.

"Orang mengatakan bahwa memiliki Red Sox pasti menyenangkan tetapi tidak.

"Memilikinya adalah satu tantangan dan kami sangat serius dengan tanggungjawab yang ada dan saya berharap kami bisa melakukan hal yang sama bagi para pendukung Liverpool di sini."