Inggris minta reformasi FIFA

Kepala eksekutif penawaran Piala Dunia 2018 dari Inggris, Andy Anson, memperingatkan agar negaranya tidak mengajukan tawaran lagi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia sampai ada reformasi proses pemungutan suara di FIFA.
Komite eksekutif Fifa yang beranggotakan 22 orang, yang msing-masing memberikan suara secara rahasia-- memilih Rusia menjadi tuan rumah perhelatan sepakbola, dan sekaligus perhelatan olahraga, paling bergengsi di dunia itu.
Dalam pemungutan suara ini, Inggris hanya mendapatkan dua suara.
"Saya mau mengatakan sekarang agar tidak usah lagi mengajukan diri kecuali prosesnya akan berubah," kata Anson.
"Kalau hanya 22 orang, terlalu besar kekuasan mereka."
Inggris, yang belum pernah menyelenggarakan Piala Dunia sejak 1966 dan juga gagal menang untuk tahun 2006, tersingkir di babak pertama pemungutan suara.
Tim Inggris 2018 yakin ketua konfederasi Afrika, Issa Hayatou, memberikan suara untuk mereka bersama dengan ketua penawaran, Geoff Thompson.
Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada BBC, setidaknya lima anggota komite eksekutif "secara pribadi meyakinkan" Pangeran William dan David Beckham bahwa mereka akan memberikan suara kepada Inggris, tetapi kemudian mendukung calon lain di putaran pertama.
Sumber itu mengatakan ketua Concacaf, Jack Warner, dan sekretaris jenderal Chuck Blazer termasuk di antara eksekutif yang memberikan jaminan.
Rusia (9 suara), Spanyol-Portugal (7 suara) dan Belanda-Belgia (4 suara) maju ke babak ke kedua pemungutann suara.
Rusia kemudian merebut mayoritas mutlak dengan 13 suara, sedangkan Spanyol-Portugal mengatungi 7 suara dan Belanda-Belgia 2 suara.





























