PSSI lakukan koordinasi dengan Polri untuk final AFF

PSSI sudah menyampaikan protes resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan ASEAN Football Federation (AFF) terkait dengan gangguan sinar laser yang terjadi saat pertandingan final putaran pertama di Malaysia, Minggu 26 Desember.
Kepada BBC Indonesia, Sekretaris Umum PSSI, Nugraha Besoes, menegaskan bahwa PSSI tidak ingin meminta pertandingan ulang tapi lebih sebagai peringatan.
"Semacam peringatan atau perhatian dari sepakbola di Asia Tenggara dan Asia agar memperhatikan betul pertandingan di Malaysia karena membayahakan. Bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk pemain-pemain dari luar Malaysia kalau main di Malaysia, sebab bukan kita saja yang kena, Vietnam juga," tuturnya kepada wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar.
Dalam pertandingan putaran pertama, Indonesia kalah 0-3, dan pertandingan putaran kedua akan dilangsungkan di Gelora Bung Karno, Rabu 29 Desember.
Insiden sinar laser di Malaysia itu jelas membuka kemungkinan pendukung Indonesia melakukan aksi balas dendam, namun PSSI sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk menjamin keamanan
"Nanti akan diadakan pemeriksaan di tiap gerbang dan akan ditambah kekuatan keamanan khusus untuk memeriksa dimasukkannya barang-barang yang tidak bermanfaat atau yang tidak berhubungan dengan sepakbola."
Pasca pertandingan
PSSI juga melakukan antisipasi kerusuhan seusai pertandingan, walau Timnas Indonesia menang sekalipun.
"Memangpun bisa terjadi sesuatu, dan ini harus kita jaga. Jangan sampai ada kontak antara penonton dengan pemain-pemain tamu kita. Itu yang harus kita jaga. Nanti umpamanya kalau ada yang dicederai, ini jadi masalah dan jadi panjang," tegas Nugraha Besoes.
"Apalagi kalau kalah, mudah-mudahah emosi penonton tidak seperti yang kita khawatirkan. Karena apapun yang terjadi, ini semua sudah dikoordinasi dengan pihak keamanan."
Besoes menambahkan bahwa pihak keamanan juga akan mencegah agar massa tidak sampai merusak prasarana yang ada di stadion.
Para pendukung Malaysia sudah mendapat alokasi untuk menonton langsung di Stadion Senayan, namun PSSI belum mendapat kepastian apakah puluhan pendukung yang sudah memiliki tiket memang akan benar-benar hadir menyaksikannya.
"Memang ada beberapa puluh saja, tapi apakah memang berani ke stadion atau tidak belum ada berita lagi."
Jaminan keamanan

Bagaimanapun agak susah untuk menjamin pemeriksaan keamanan bisa mencegah total masuknya alat penembak sinar laser maupun benda-benda lainnya.
"Pemeriksaan akan berlangsung ketat pada orang-orang di antrian pertama, tapi begitu sudah mencapai sekian puluh ribu tentu akan makin longgar," kata kriminolog dari Universitas Indonesia, Adrianus Meliala.
Selain itu Adrianus juga mengatakan ada kemungkinan pemeriksaan akan lebih longgar untuk para penonton kelas atas.
"Jadi saya kira kemudian kita menunjuk pada orang-orang kelas bawah, justru orang-orang yang tidak mengalami pemeriksaan yang membawanya," tambah Adrianus.
Menurut Adrianus, suasana memang sudah memanas menjelang pertandingan putaran kedua di Jakarta, Rabu 29 Desember.
"Sudah ada ungkapan-ungkapan yang muncul di Twitter bahwa mereka akan dikerjain oleh orang Indonesia sejak mendarat, seperti diganggu di hotel, diganggu di bisnya. Dengan kata lain sudah amat jauh dari spirit olaharaga."
Setelah kalah 0-3 di Malaysia maka Indonesia harus menang sedikitnya lebih dari 3-0 untuk bisa meraih Piala AFF 2010.





























