Ryan Babel didenda akibat Twitter

Striker Liverpool Ryan Babel dikenai hukuman denda £10.000 karena isi Twitternya dan diperingatkan soal perilakunya di masa depan.
Pemain depan asal Belanda ini memasang foto wasit Howard Webb yang mengenakan seragam Manchester United di Twitternya setelah Liverpool kalah 0-1 di piala FA.
Babel mengaku tuduhan perilaku tak pantas dalam sidang di depan Komisi Pengawasan FA.
"Jejaring sosial seperti Twitter harus dipandang sebagai ruang publik," ujar ketua FA Roger Burden.
Babel kemudian meminta maaf atas isi twitternya itu, namun tidak cukup membuat pemain berusia 24 tahun itu bebas dari hukum yang dijatuhkan hari Senin (17/01).
"Seluruh pihak terkait harus sadar, sama dengan pernyataan terbuka dalam media lain, pernyataan yang dipasang akan tersebar secara luas," tambah Burden.
"Mereka bertanggungjawab untuk memastikan bahwa hanya pernyataan-pernyataan pantas yang bisa dipasang."
Dalam pertandingan Piala FA tanggal 9 Januri itu, Ryan Giggs mencetak satu-satunya gol dari titik penalti yang dihadiahkan oleh Webb setelah Daniel Agger mengganjal Dimitar Berbatov.
Webb kemudian mengeluarkan Steven Gerrard di menit ke 32 karena tackle keras terhadap Michael Carrick.
Manajer Liverpool Kenny Dalglish menyebut keputusan penalti itu "lelucon" dan juga mempertanyakan kartu merah pada kaptennya itu.
Selain memasang foto Webb yang dimodifikasi itu, Babel menulis: "Dan mereka menyebutnya salah satu wasit terbaik. Itu lelucon."
Mantan pemain Ajax ini memiliki lebih dari 180.000 pengikut di Twitter -20.000 mendaftar minggu lalu- dan isi twitter tersebut akhirnya dikutip oleh media secara luas.
Babel kemudian menulis di Twitter: "Saya minta maaf jika gambar yang dipasang dianggap serius. Itu hanya reaksi emosional setelah kalah dalam pertandingan penting. Maaf Howard Webb."
Kemudian dia berkelakar mengenai menjalani hukuman di "penjara Twitter" dan dia kemudian berhenti memasang pernyataan di Twitternya pada tanggal 9 Januari.
Penggunaan Twitter oleh Babel pernah dipertanyakan sebelumnya. Pada bulan Januari 2010 pemain ini secara terbuka mengemukakan kekesalan karena tidak dimainkan oleh manajer Liverpool saat itu Rafael Benitez.





























