Roy Hodgson : Saya tak beruntung di Liverpool

Sumber gambar, BBC World Service
Manajer West Brom Roy Hodgson mengatakan kepada BBC bahwa ia tidak beruntung ketika menjadi manajer Liverpool.
Hodgson menjadi manajer di Anfield bulan Juli 2010 namun pergi bulan Januari 2011 setelah menang 7 kali dalam 20 pertandingan Liga Primer.
"Saya punya masalah dengan para pemain, mereka bermain baik namun kami tidak beruntung," katanya.
"Saya menikmatinya ketika bersama mereka dan saya senang bahwa kemalangan yang kami derita sudah berbalik dan mereka mendapatkan hasilnya."
Hodgson ditunjuk sebagai pengganti Rafel Benitez sebagai manajer Liverpool musim panas tahun lalu setelah ketika melatih Fulham dia berhasil mendorong klub itu memberi permainan terbaik.
Namun setelah bergabung dengan Liverpool situasi yang tidak menentu mengenai Liverpool membatasi kegiatannya di bursa transfer yang membuat nasib klub itu semakin tidak menentu.
Saat yang paling menyedihkan adalah ketika Liverpool kalah dalam pertandingan di kandang sendiri dari klub devisi dua Northampton.
Terburuk sejak 1953-1954
Tidak lama sebelum dia meninggalkan Liverpool ketika pergantian tahun, nilai total yang berhasil dikumpulkan Liverpool dalam musim kompetisi itu adalah yang terendah sejak musim kompetisi tahun 1953-1954, yang menyebabkan klub didegradasi.
Mereka juga untuk pertama kalinya dalam 27 tahun kalah dari Wolves pada tanggal 29 Desember dan Hodgson semakin terpukul ketika ia menyerukan kepada para penggemar agar menjadi "pendukung karena kami perlu dukungan". Pernyataan ini kemudian ia sesali.
Kepemimpinan Hodgson sebagai manajer Liverpool untuk 31 pertandingan adalah yang terendah dalam sejarah Liverpool, namun ia mengatakan tidak menyesali pengalamannya berada di Anfield.
Ia gembira melihat klub itu dibawah penggantinya Kenny Dalglish menunjukkan permainan yang lebih baik seperti yang selalu dia yakini mampu mereka lakukan.
"Bahkan ketika kami tidak beruntung saya masih yakin bahwa pada akhirnya mereka akan berada di tempat ke tujuh atau ke delapan atau mungkin lebih tinggi -perkiraan saya itu memang terbukti."
Mantan pemain belakang Liverpool Jamie Carragher sepakat bahwa Hodgson sedang tidak beruntung ketika berada di klub itu, dan bahwa para pemain ikut bersalah.
"Ketika ia menjadi manajer Liverpool kepemilikan klub akan berganti tangan dan ia punya banyak pemain Spanyol dan staf dari bekas manajer sebelumnya," katanya.
"Bukan pekerjaan yang mudah bagi siapa saja. Sayang, dengan apa yang terjadi, para pemain harus ikut menanggung kesalahan karena hasil yang kemudian tidak bagus. Namun sekarang sudah berubah, kami telah melangkah."





























