Bos Barcelona 'cerca' bos Real Madrid

Christiano Ronaldo
Keterangan gambar, Christiano Ronaldo merayakan golnya ke gawang Barcelona
Telah diterbitkan

Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, kehilangan kesabaran dengan mitranya darin Real Madrid, Jose Mourinho, menjelang pertandingan semifinal Liga Champions.

Sebelum leg pertama, Mourinho mengatakan bahwa Guardiola adalah turunan baru pelatih yang mengkritik keputusan juri yang tepat.

Dalam pernyataan marah dalam bahasa yang kasar, Guardiola mengatakan, "Di ruang pers dialah bos yang besar mulut.

"Dia itu orang banyak omong. Saya mencoba untuk tidak bertengkar di luar lapangan."

Dia menambahkan, "Dia lebih bagus dari saya dalam soal itu. Saya mewakili lembaga yang berkeyakinan bahwa bukan begitu cara memimpin."

Komentar marah Guardiola muncul sementara Barcelona dalam tekanan untuk membuktikan bahwa mereka masih munggul atas klub ibu kota Spanyol itu.

Mourinho dipermalukan pada bulan November sewaktu Barca menggilas timnya 5-0 di Nou Camp tetapi balasannya seri 1-1 pada 16 April sebelum Real mengalahkan Barca 1-0 dalam final Copa del Rey empat hari kemudian.

Sekarang, kedua kesebalasan bertemu di Liga Champions untuk pertama kali sejak semifinal 2002 ketika Real menundukkan Barcelona dan seterusnya merebut piala.

Real Madrid vs Barcelona
Keterangan gambar, Real Madrid vs Barcelona

Laga komentar ini bermula sewaktu Guardiola mengatakan Mourinho akan "sangat senang" jika Pedro Proenca, sesama orang Portugis, dipilih menjadi wasit untuk leg pertama di Bernabeu.

Ternyata, hakim berpengalaman dari Jerman, Wolfgang Stark, diserahi tugas itu namun tidak mencegah Mourinho membalas komentar lawannya.

"Di samping penunjukan wasit dan tekanan yang mereka hadapi bahwa ternyata wasitnya bukan Proenca, yang terpenting adalah kami dalam lingkaran baru," katanya.

"Sampai sekarang, ada dua jenis pelatih. Pertama, kelompok pelatih yang sangat kecil yang tidak berbicara dengan para wasit.

"Setelah itu, kelompok besar, termasuk saya di dalamnya, yang mengkritik wasit ketika mereka melakukan kesalahan besar. Kelompok ini juga senang menonjolkan pekerjaan bagus oleh para wasit," kata Mourinho.