Injak Parker, Balotelli terancam hukuman

Mario Balotelli
Keterangan gambar, Mario Balotelli (biru) menghampiri Scott Parker yang tengah mendapat perawatan.
Telah diterbitkan

Penyerang Manchester City Mario Balotelli menghadapi hukuman dari Football Association setelah nampak menginjak pemain Tottenham Hotspur Scott Parker.

Insiden itu terjadi pada pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (22/1) yang dimenangkan The Citizen 3-2.

Dan saat itu, pemain bengal asal Italia ini mencetak gol penentu kemenangan City lewat tendangan penalti di saat injury time babak kedua.

Balotelli, 21, jika tidak mengajukan keberatan apapun maka terancam hukuman larangan bermain selama empat pertandingan.

FA masih memberi waktu bagi Balotelli hingga Kamis (26/1) dini hari waktu Indonesia untuk menanggapi masalah ini.

Dalam pertandingan itu, mantan pemain Inter Milan itu sudah menerima kartu kuning akibat mengasari Benoit Assou-Ekotto.

Kesalahan besar

Manajer Spurs Harry Redknapp menganggap tidak dikartumerahkannya Balotelli sebagai sebuah kesalahan besar.

"Ini bukan kali pertama dia (Balotelli) lakukan dan saya yakin ini bukan yang terakhir," kata Redknapp.

"Mengapa Anda harus menendang seseorang di kepalanya saat dia tengah tergeletak di lapangan. Itu bukan perbuatan baik," tambah Redknapp.

Sementara itu dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio 5 live mantan wasit Liga Primer Graham Poll membandingkan insiden Balotelli-Parker dengan insiden final Piala Dunia 2010.

Saat itu Howard Webb, wasit pertandingan City-Spurs, memilih tidak memberikan kartu merah untuk Nigel de Jong yang menendang dada Xabi Alonso.

"Saya mencoba berfikir Webb tidak melihatnya namun di Piala Dunia dia juga tidak melihat tendangan ke dada itu," kata Poll.

"Saya menyukai Webb. Saya pikir dia adalah wasit hebat namun peraturan standar wasit menyatakan jangan pernah percaya saat dua pemain berbenturan dan kemudian meninggalkan mereka untuk menyelesaikan sendiri masalahnya," tandas Poll.