Capello semestinya sudah mundur sejak 2010

Sumber gambar, Reuters
Seorang anggota komite asosiasi sepak bola Inggris, FA, mengatakan semestinya Fabio Capello sudah harus mundur pasca Piala Dunia 2010.
Peter Coates yang merupakan ketua klub The Stoke City mengatakan kekalahan tim nasional Inggris di putaran kedua di Afrika Selatan adalah kesalahan Capello.
''Kami mengalami Piala Dunia yang buruk, dia bertanggung jawab untuk itu dan dia semestinya sudah mundur saat itu,'' kata Coates.
Coates juga mengkritik Capello karena ''tidak pernah mau'' sepenuhnya belajar bahasa Inggris.
Meski sukses dengan penampilan bagus di babak kualifikasi Piala Dunia, tetapi tim besutan mantan manajer Real Madrid dan AC Milan ini justru tampil buruk di Afrika Selatan, kalah 1-4 dari Jerman di babak 16 besar.
Pelatih asal Italia itu juga berhasil meloloskan Inggris ke Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina sebelum akhirnya mundur, tetapi bagi Coates masa jabatan Capello sejak 2008 gagal.
"Saya tidak melihat apa yang kita capai dibawah kepemimpinannya sebagai manajer,'' kata Coates, yang juga duduk sebagai komiter internasional FA.
"Ketika kita berbicara tentang kualifikasi di kompetisi ini, jika kita bisa lolos kualifikasi turnamen besar, itu sudah semestinya karena kami menempati posisi unggulan untuk bisa melewatinya.''
"Saya tidak akan memberikan setiap manajer pujian untuk mencapai sesuatu yang semestinya sudah rutin.''
"Jika anda bisa masuk ke empat besar turnamen besar, jika anda melakukannya, anda melakukan pekerjaan yang bagus,'' tambah Coates.
Dukungan untuk Redknapp
Capello mundur dari jabatan manajer menyusul pencopotan ban kapten John Terry oleh FA karena kasus rasisme.
Capello merasa sebagai manajer dirinya tidak diikutsertakan dalam mengambil keputusan tersebut, dan menilai kasus dugaan rasial Terry terhadap pemain QPR Anton Ferdinand dibuktikan terlebih dahulu di pengadilan.
Bagaimanapun Coates sepakat dengan keputusan FA dan merasa Capello memanfaatkan situasi tersebut untuk keluar.
"Itu adalah keputusan sulit bagi FA, dan saya rasa mereka melakukannya dengan benar,'' katanya.
"Mereka memang semestinya mengajak Capello untuk berdiskusi masalah itu, itu hal yang normal di sebuah klub sepakbola.''
"Tetapi sikap sinis dalam diri saya mengatakan mungkin dia memanipulasi ini. Dia mungkin memutuskan bahwa ini adalah kesempatan untuk keluar dan dia mengambilnya,'' tambah Coates.
Coates juga meminta FA untuk mengambil pelajaran dari masa kepemimpinan Capello.
''Saya harap ada pelajaran karena saya tidak pernah memiliki manajer yang tidak bisa berbahasa Inggris dan tidak terbiasa dengan pertandingan di Inggris. Itu terbukti tidak berlaku,'' kata Coates seraya memberi dukungan untuk Harry Redknapp mengambil posisi manajer tim nasional.
Untuk sementara manajer tim U-21 Stuart Pearce akan mengambil alih tim senior saat pertandingan persahabatan melawan Belanda, disaat FA tengah mencari pengganti Capello.





























