Sepp Blatter: teknologi garis gawang perlu

John Terry
Keterangan gambar, John Terry terlihat mencoba menghadang gol Marko Devic yang melintas garis gawang.
Telah diterbitkan

Presiden Organisasi Sepak Dola Dunia FIFA Sepp Blatter kembali menyerukan penerapan teknologi garis gawang setelah insiden dalam pertandingan Inggris dan Ukraina dalam Piala Eropa.

Inggris menang 1-0 dalam laga Selasa (19/06) di Donetsk namun tendangan pemain Ukraina Marko Devic yang terlihat telah melintas garis gol tidak disahkan wasit.

Penerapan teknologi garis gawang akan ditentukan dalam pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional, IFAB, tanggal 5 Juli di Zurich, Swiss.

"Setelah pertandingan semalam, teknologi garis gol bukan lagi merupakan alternatif namun perlu," kata Blatter melalui akun Twitter.

Presiden Organisasi Sepak Bola Eropa, UEFA, Michel Platini lebih cenderung untuk memilih sistem yang menggunakan lima wasit.

Namun ia mengatakan Senin lalu bahwa pertemuan IFAB di Zurich dapat menentukan salah satu sistem gol yang telah diuji coba.

Bila pertemuan itu berhasil menentukan salah satu sistem, asosiasi sepak bola dapat memutuskan apakah akan menggunakan teknologi garis gawang dalam pertandingan tim.

Tetapi UEFA masih tetap dapat menentukan apakah perlu menerapkan sistem itu.

Collina mendukung sistem wasit

UEFA menggunakan Piala Eropa 2012 untuk menguji sistem dengan menggunakan lima wasit, dua wasit garis dan dua asisten tambahan di samping gawang.

Liga Primer Inggris sebelumnya menyatakan ingin mengubah sistem itu.

Dalam pertandingan antara timnas Inggris dan Jerman saat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, tendangan gelandang Frank Lampard melewati kiper Jerman Manuel Neuer.

Gol Lampard dapat menyamakan kedudukan 2-2 saat itu namun pertandingan berakhir dengan kekalahan Inggris 1-4.

Platini mengatakan bila ada asisten wasit yang berada di samping gawang saat itu, mereka dapat memastikan apakah gol Lampard telah melewati garis gawang atau tidak.

Ketua wasit UEFA Pierluigi Collina tetap mendukung pertandingan dengan menggunakan wasit. Ia mengatakan keputusan wasit dalam kasus serupa pada dua pertandingan sebelumnya tepat.

Collina mengatakan, "Kami pernah membuat kesalahan. Saya berharap kami tidak pernah melakukan kesalahan. Wasit adalah manusia dan manusia melakukan kesalahan.